Gali Soal Pajak dan Retribusi, DPRD Kota Solok Kunjungi Kota Cimahi

Sekretaris komisi II, Rusdi Saleh menyerahkan cindera mata dari DPRD Kota Solok kepada DPRD Kota Cimahi
Sekretaris komisi II, Rusdi Saleh menyerahkan cindera mata dari DPRD Kota Solok kepada DPRD Kota Cimahi (Ist)

KLIKPOSITIF - Pajak dan retribusi daerah menjadi salah satu sumber utama dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Inovasi dalam Pengelolaan pajak dan retribusi daerah sangat penting dalam menggenjot pendapatan.

Setidaknya hal tersebut menjadi fokus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Solok bersama dinas terkait saat kunjungan kerja ke Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin 2 Desember 2019.

Tim 2 DPRD kota Solok terdiri dari Bayu Kharisma selaku pimpinan, Harizal, Hendra Saputra, Taufiq Nizam, Rusdi Saleh, Leo Murpy, Amrinof Diaz, Irwan Sariin dan Ade Surya Darma.

Baca Juga

Tim turut didampingi Sekretaris Dewan, Zulfahmi bersama jajaran, Sekretaris dinas Perhubungan, Azrul, Kabid Pendapatan BKD kota Solok, Susi Sofyanti Saidani. Sharing Informasi dilakukan di DPRD kota Cimahi.

Membuka pertemuan itu, Bayu Kharisma selaku pimpinan tidak ketinggalan untuk memperkenalkan beragam hal soal kota Solok dengan berbagai potensi yang dimiliki. Secara umum, kota Cimahi tidak jauh berbeda dengan kota Solok.

"Bagi daerah yang minim Sumber Daya Alam, tentu pendapatan daerah sangat ditopang oleh sektor pajak dan retribusi daerah, itu yang coba kita gali dari kota Cimahi," sebut Bayu Kharisma.

Memang diakuinya, Pendapatan Asli Daerah kota Solok masih sangat minim dibanding daerah lainnya. Bahkan tahun 2019, target PAD kota hanya lebih kurang Rp50 miliar. Dan sebagian besar disumbang oleh Pajak.

"Kedepan, kita tentu ingin meningkatkan PAD kota Solok dari segenap potensi yang ada, termasuk dari Pajak dan retribusi daerah. PAD juga akan mempengaruhi pembangunan kota Solok kedepannya," sebut Bayu.

Menanggapi hal itu, Sekretariat dewan kota Cimahi yang diwakili Kabag umum, Mulyosari mengatakan, pada dasarnya Kota Cimahi sangat minim dengan potensi Sumberdaya alam.

"80 persen luas lahan di kota Cimahi sudah terbangun dengan gedung-gedung, dan sepertiganya merupakan daerah militer, kita keterbatasan lahan," sebut Mulyosari.

Kendati demikian, sebutnya, sebagai bagian dari Bandung Metropolitan Area, sektor perdagangan dan jasa sangat menggeliat di kota Cimahi, termasuk industri. Sektor potensial tersebut menyumbang pajak yang besar untuk pendapatan daerah.

Sementara itu, perwakilan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Cimahi, Bayu menyebutkan perolehan PAD dari sektor pajak tahun 2019 mencapai Rp140 Milyar dari target sebesar Rp161 Milyar. Dan realisasi retribusi daerah sebesar Rp12 Milyar.

"Kita masih mengupayakan berbagai langkah untuk peningkatan PAD dari sektor Pajak dan retribusi daerah dengan berbagai langkah dan program strategis dengan dukungan regulasi hukum yang kuat," sebutnya.

Diskusi dilanjutkan dengan sharing informasi soal strategi kota Cimahi dalam pengelolaan sektor pajak dan retribusi daerah. Hal tersebut menjadi bahan perbandingan bagi kota Solok dalam pengelolaan pajak dan retribusi kedepannya.

[Syafriadi]

Penulis: Khadijah | Editor: -