Kemenag Siap Lanjutkan Program Peace Corps

(Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi hari ini menerima tim Peace Corps, Amerika Serikat di kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan (Implementing Arrangement) Program Peace Corps.

“Kemenag tidak ada masalah dan siap untuk melanjutkan Program Peace Corps ini,” terang Wamenag di Jakarta, Kamis (05/12).

Hadir dalam pertemuan ini, Director Peace Corps Jody K Olsen, Regional Director Europe, Mediterranean & Asia Region Jeannette Windon, Special Assistant to the Director Peace Corps Christina Zielke, Country Director Peace Corps Indonesia Jennifer Goette, Partner Relations Manager PCI Joni Zulfikar, dan Volunteer & Executive Support Coordinator PCI Debora Pasaribu.

Baca Juga

Menurut Wamenag, Program PC telah dirintis sejak 1963, namun berhenti pada 1965. Program ini lalu diaktifkan kembali pada Desember 2009. Program Peace Corps merupakan Program Pengiriman Relawan dari Amerika Serikat untuk ditugaskan mengajar bahasa Inggris di Madrasah dan Sekolah (MTs/SMP, MA/SMA/SMK). Sasaran program ini ada di 3 provinsi, yaitu: Jawa Timur, Jawa Barat, dan NTT. Rata-rata tiap tahun ada sekitar 40-60 orang relawan yang ditugaskan di sekolah dan madrasah

“Secara umum Program Peace Corps dimaksudkan sebagai salah satu upaya diplomasi melalui people-to-people contact antara Rakyat Amerika Serikat dan Rakyat Indonesia agar tercipta saling pengertian, mutual understanding, saling memahami perbedaan,” ujar Wamenag.

Ada dua pertimbangan yang menurut Zainut Tauhid menjadi alasan kelanjutan PC di Indonesia. Pertama, program ini dikelola secara bersama oleh Working Group yang dipimpin Kementerian Luar Negari dan diikuti oleh K/L terkait seperti Bappenas, Setneg, Kemenko Polhukam, BIN, Polri, Kemdikbud, termasuk Kementerian Agama.

“PC ini juga sejalan dengan program prioritas Kemenag baik dalam konteks peningkatan mutu pendidikan Islam termasuk madrasah, juga dalam konteks pengarusutamaan Moderasi Beragama dan Penguatan Karakater Bangsa,” tuturnya.

Zainut menambahkan, dokumen Implementing Arrangement merupakan turunan dari MoU yang ditandatangani oleh Menlu RI dan Menlu AS. Dokumen IA tersebut sudah siap ditandatangani pada Januari 2020. “Implementing Arrangement ini sudah dibuat bersama melalui Kelompok Kerja Peace Corps yang dipimpin oleh Kemlu,” tandasnya.

Editor: Eko Fajri