Sampaikan Pesan Demokrasi Jelang Pilkada, Bawaslu Limapuluh Kota Rangkul Pelaku Seni

Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra (kanan).
Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra (kanan). (Ist)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota merangkul para pelaku seni di daerah tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi ke tengah-tengah masyarakat jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 nanti.

Puluhan insan seni dan budaya yang tergabung dalam komunitas kesenian Lereng Gunuang Sago (Legusa) dilibatkan Bawaslu Limapuluh Kota untuk menjaga nilai-nilai demokrasi serta menciptakan pemilihan yang jujur, adil, dan berintegritas.

"Kita tahu, kreatifitas seni dan budaya, itu, tidak terbatas. Makanya, kami ajak agar kita saling berperan mengawasi jalannya setiap proses tahapan Pilkada nantinya," kata Yoriza Asra, ketika membuka program pengembangan pengawasan partisipatif, melalui sarana kebudayaan di salah satu restoran di kawasan Tanjung Pati, Minggu 8 Desember 2019.

Baca Juga

Yori meyakini, para pelaku seni memiliki pemikiran dan cara sendiri dalam menyentuh masyarakat. Seperti melalui karya-karya seni yang mempunyai daya tarik terhadap pandangan publik.

Melalui karya seni tradisional maupun modern, Bawaslu mengharapkan para pelaku seni dapat merangkul masyarakat, seperti mengisinya dengan pesan-pesan demokrasi.

"Karena, kepedulian rakyat terhadap proses demokrasi, akan lebih bangkit bila disampaikan lewat karya seni dan budaya," tambah Yori.

Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Vifner yang ikut hadir pada kegiatan tersebut menilai kepedulian komunitas seni diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap Pilkada 2020 di Kabupaten Limapuluh Kota khususnya dan Sumbar secara umum.

"Komunitas seni Legusa ini diharapkan bisa menjadi duta pengawasan di Limapuluh Kota. Dengan kerja sama dapat pula menjadi penyambung lidah Bawaslu menyampaikan pesan-pesan moral ke masyarakat.
Mari sama-sama kita tegakkan keadilan pemilu," ajak Vifner.

Kepedulian masyarakat dalam menciptakan sistem pemilu yang jujur, adil, dan bersih secara tidak langsung akan menghasilkan pemimpin yang berintegritas. Setidaknya guna membatasi ruang gerak para penjahat demokrasi, melakukan tindakan pelanggaran Pemilu.

"Karena, apabila negara ini tidak diurus oleh para pemimpin berintegritas, perayalah, nasib kita akan semakin tidak baik. Banyak tantangan pemilu berintegritas, diantaranya politik uang (money politik), politik identitas, kekerasan politik, oligarki politik sampai kampanye hitam. Ini harus kita habisi bersama," ajak Vifner.

Karya seni, tambah Vifner, bisa mendobrak apa yang selama ini tidak berubah. Karya seni juga dapat menyampaikan aspirasi masyarakat secara lugas.

"Para seniman bisa mengekspresikan dan berpastisipasi dalam setiap momen politik, seperti Pemilu dan Pilkada," pungkasnya. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Taufik Hidayat