Langganan Banjir, Warga Kampung Tarandam Minta Normalisasi Batang Suliti Dipercepat

Warga Kamter duduk di pinggir Sungai Batang Suliti
Warga Kamter duduk di pinggir Sungai Batang Suliti (Ist)

SOLSEL, KLIKPOSITIF -- Selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan, Warga Kampung Tarandam (Kamter) Nagari Pasar Muaralabuh, Kabupaten Solok Selatan (Solsel)-Sumatera Barat berharap normalisasi Muara Sungai Batang Suliti dipercepat.

"Kami Harap perhatian pemerintah, saat ini Sungai Batang Suliti sudah sangat membahayakan keselamatan kami," kata Doni Asmon (39), salah satu masyarakat Kamter, Minggu 8 Desember 2019.

Dia mengungkapkan, saat hujan turun selama empat jam, sudah dapat dipastikan air meluap ke pemukiman. Selain itu katanya, tebing sungai juga banyak yang longsor.

Baca Juga

"Sungai Batang Suliti sudah dangkal, di muaranya pun bertemu dengan Batang Bangko, kalau hujan empat jam, bisa dipastikan meluap," bebernya.

Akibat luapan Batang Suliti, pemukiman masyarakat selalu dilanda banjir. Pada tahun ini sudah lima kali terjadi banjir. Yang terparah terjadi pada 22 November 2019, yang ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

"Kalau sudah banjir, jiwa raga dan harta benda kami terancam, serta terganggunya aktivitas warga terutama sektor perekonomian," katanya

Menurut dia, sekali banjir dampaknya dirasakan warga sampai berminggu-mingggu. Sebab waktu dan tenaga warga tersita untuk membersihkan rumah dari lumpur dan sisa banjir.

Pada 2018 katanya, warga sempat mendengar adanya rencana Pemerintah Pusat melalui dana APBN akan melakukan normalisasi di Sungai Batang Suliti.

Bahkan Pemda Solok Selatan menanggapi hal ini dengan langsung melakukan pembebasan lahan masyarakat yang terkena dampak normalisasi melalui anggaran APBD. Namun sampai saat ini rencana normalisasi tersebut tidak kunjung terealisasi.

"Kampung Tarandam merupakan daerah yang terletak di pinggiran muara Sungai Batang Suliti dan Sungai Batang Bangko. Jika debit air di salah satu sungai ini besar maka warga Kampung Tarandam akan selalu terkena dampaknya," katanya.

Warga lainnya Rizki Illahi menyebutkan, musim hujan saat ini, masyarakat di Kampung Tarandammerasa cemas.

"Kami mohon perhatian pemerintah terhadap persoalan ini, karena hanya pemerintah yang bisa mencarikan solusinya," harapnya.

Anggota DPRD Sumbar Mario Syahjohan mengatakan, pihaknya meminta Gubernur Sumbar secepatnya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait percepatan normalisasi sungai yang selalu menyebabkan banjir tersebut.

"Usulan perbaikan Batang Suliti sudah diusulkan Pemkab Solok Selatan dan ini menyangkut hajat orang banyak sehingga gubernur harus segera mengkoordinasikan dengan pemerintah pusat agar persoalan ini cepat teratasi," ujarnya.

Menurut dia, ada ribuan rumah dan puluhan ribu masyarakat yang terdampak banjir di Solok Selatan dan sudah seharusnya negara hadir di setiap musibah yang melanda rakyatnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, mengusulkan normalisasi empat sungai besar ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian PUPR dengan nilai sebesar Rp768 miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan Solok Selatan,Mutia Farinadi Padang Aro mengatakan, empat sungai yang diusulkan untuk normalisasi yaitu Batang Bangko, Batang Suliti, Batang Sangir dan Batang Liki dengan nilai mencapai Rp768 miliar.

"Normalisasi empat sungai besar di Solok Selatan ini untuk menanggulangi banjir dan setiap sungai nilai usulannya berbeda," katanya.

Untuk Batang Suliti katanya, usulannya untuk pembangunan tanggul banjir dan sodetan sebesar Rp270 miliar. (Kaka)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Rezka Delpiera