Menakar Kekuatan Calon Gubernur di Pilkada 2020 Sumbar

Pengamat politik dari Universitas Andalas Padang, Edi Indrizal
Pengamat politik dari Universitas Andalas Padang, Edi Indrizal (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 sudah mulai terasa di wilayah Sumbar. Hal itu dapat terlihat dengan sudah banyaknya muncul baliho-baliho bakal calon di hampir semua wilayah di Sumbar. Namun bagaimana dengan peluang bakal calon yang sudah mulai menunjukkan dirinya?

Pengamat politik dari Universitas Andalas Padang, Edi Indrizal mengatakan dalam Pilkada nantinya akan banyak nama-nama baru yang sangat patut diperhitungkan. Hal itu tak hanya berasal dari pejabat, namun juga generasi muda.

BACA JUGA: Akankah Pilkada Sumbar Lebih Seru dari Sebelumnya?

Baca Juga

"Hal pertama kita lihat dari Nasrul Abit (NA) yang saat ini juga menjabat sebagai wakil gubernur. Sebagai wagub, Nasrul Abit tentu termasuk orang yang diperhitungkan. Namun hal itu tidak mudah bagi NA, karena persaingan akan ketat," katanya saat dihubungi di Padang.

Ia mengatakan dengan adanya Mulyadi sebagai anggota DPR RI yg terpilih ketiga kali dengan tren dukungan yang terus meningkat tentunya ini tak bisa dianggap sepel. "Selain itu, Mulyadi juga meraih suara terbesar dalam dua pemilu berturut-berturut di Sumbar. Ini tentunya tidak lepas dari kinerjanya yang memang dirasakan oleh pemilih," jelasnya.

Selain Mulyadi, Ali Mukhni dan Mahyeldi juga memiliki prestasi yang baik dalam pemerintahannya di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. "Mereka dua kepala daerah yang terkenal dengan prestasi baik dalam membangun daerah sehingga keduanya juga tak perlu diragukan lagi," tuturnya.

Seperti diketahui, Pilkada Sumbar akan dilaksanakan pada Desember 2020. Namun saat ini, sudah banyak nama bakal calon yang sudah muncul dan mendaftar ke beberapa partai, seperti Nasrul Abit, Mulyadi, Edriana, Indra Catri, Shadiq Pashadique yang mendaftar ke Partai Gerindra. Selain itu, Mahyeldi Ansharulloh dan Riza Falepi juga sudah mendaftar ke Partai Keadilan Sejahtera. (*)

Penulis: Fitria Marlina