Arti Penting Guru Bagi Nasrul Abit

Wagub Sumbar Nasrul Abit
Wagub Sumbar Nasrul Abit (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menegaskan, peran guru sebagai pendidik dan pencetak sumber daya manusia yang unggul, sangatlah penting. Guru juga, merupakan salah satu komponen yang memiliki peran mencerdaskan kehidupan bangsa.

Nasrul Abit menilai, meski memiliki peran yang amat penting, namun Guru juga dituntut harus memiliki jiwa yang baik. Karena, jika guru tidak memiliki jiwa yang baik, maka seorang guru tidak akan bersemangat dalam melakukan tugas sebagai pendidik. Atau mungkin, bisa jadi tidak akan melakukan tanggung jawabnya dengan baik serta kurang memperhatikan siswanya baik, ketika proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

“Peran guru itu sangat penting. Namun, jiwa guru yang baik, juga lebih penting. Nah, melalui PGRI yang merupakan organisasi profesi guru sangat diharapkan, mampu mengembalikan lagi “Jiwa Guru” kepada seluruh guru khususnya guru di Sumatera Barat agar pendidikan dan pengajaran bisa berjalan seiring,” kata Nasrul Abit.

Baca Juga

Jika demikian, menurut mantan Bupati Pesisir Selatan itu, maka secara otomatis anak-anak didik selain dapat pembekalan pengetahuan dan keterampilan, juga akan terbentuk sikap dan perilaku yang baik. Tentunya, dengan pembentukan karakter yang baik pula. Sehingga kemudian, lahir generasi penerus yang cerdas, sehat dan berkarakter yang merupakan filosofi dari Kurikulum 2013, dan siap menyongsong tantangan kehidupan abad 21.

Lebih lanjut Nasrul, PGRI merupakan organisasi yang anggotanya berprofesi sebagai guru, merupakan wadah berhimpunnya segenap guru dan tenaga kependidikan lainnya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan ketenagakerjaan yang berlandaskan Pancasila. Didirikan dengan semangat perjuangan para guru pribumi pada zaman Belanda tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Aturan tentang organisasi profesi keguruan ini, di jelaskan dalam undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen dalam pasal 41. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen dan berfungsi memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pasal ini dijelaskan juga bahwa guru wajib menjadi anggota organisasi profesi.

"Selama ini, secara internal PGRI berperan membina, mengarahkan dan melindungi PGRI dan anggotanya dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. PGRI memberikan perlindungan hukum kepada guru dalam melaksanakan tugas sehingga ada rasa aman. Kita harapkan, tidak ada lagi guru-guru yang mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan,"tutup Nasrul Abit

Penulis: Joni Abdul Kasir | Editor: -