Kisruh Penempatan Pencaker Asal Kota Payakumbuh di Kawasan Industri Cikarang

Kabid Tenaga Kerja dan Perindustrian Disnakerin Kota Payakumbuh, Dewi Novita (kanan).
Kabid Tenaga Kerja dan Perindustrian Disnakerin Kota Payakumbuh, Dewi Novita (kanan). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Kisruh penempatan pencari kerja (Pencaker) asal Kota Payakumbuh di Kawasan Industri Cikarang yang mengakibatkan pulangnya tiga pencaker asal daerah tersebut dari rumah singgah mendapat tanggapan dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Payakumbuh.

Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja dan Perindustrian Disnakerin Kota Payakumbuh, Dewi Novita mengakui, pada 7 Novemer 2019 lalu pihaknya mengirim sebanyak 15 orang Pencaker asal Payakumbuh ke Kawasan Industri Cikarang.

"Untuk ke Cikarang itu kami (Pemko Payakumbuh) hanya menanggung biaya keberangkatan dengan pesawat serta penginapan di rumah singgah," kata Dewi, Senin (10/12).

Baca Juga

Dikatakan Dewi, dari 15 orang Pencaker yang dikirimkan, ada tiga orang yang diketahui sudah meninggalkan rumah singgah karena berbagai alasan.

"Pemko memang tidak menganggarkan biaya hidup mereka selama di situ. Sebelum pemberangkatan itu sudah kami sampaikan ke orangtua dan peserta. Sejumlah pertemuan juga sudah dilakukan," lanjut Dewi.

Selain tiga orang yang sudah pulang tersebut, Dewi menyebut, salah seoarang Pencaker asal Payakumbuh yang dikirim ke Kawasan Industri Cikarang itu sudah ada yang diterima bekerja dan empat lainnya tengah menjalani medical check up.

"Sisanya masih di rumah singgah sampai saat ini," kata dia.

Sebelumnya, diketahui terdapat tiga Pencaker asal Payakumbuh kembali pulang karena merasa ditelantarkan dan apa yang sebelumnya disampaikan pihak Disnakerin tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Akibatnya mereka memilih pulang ke Payakumbuh dengan biaya pribadi.

Dewi sendiri menegaskan, pihaknya tidak pernah menelantarkan para Pencaker tersebut karena apa-apa yang akan mereka dapat selama mengikuti program penempatan tenaga kerja itu telah disampaikan jauh-jauh hari.

"Untuk informasi yang merasa terlantar, saya rasa itu miss komunikasi. Karena sebelum diberangkatkan kami sudah menyampaikan bagaimana prosedur dan apa yang akan mereka dapat dari program ini," jelasnya.

Selama berada di rumah singgah, lanjut Dewi, para Pencaker tersebut akan diberi kesempatan untuk mengikuti sejumlah tes untuk bisa diterima di salah satu perusahaan yang cukup banyak terdapat di Kawasan Industri Cikarang itu.

"Prediksi kami tiga bulanan pling lama mereka sudah bisa diterima bekerja karena di Kawasan Industri Cikarang yang di situ terdapat cukup banyak perusahaan," terang Dewi. (*)

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: -