Partisipasi Pengawasan Masih Rendah, Pengamat Politik: Bawaslu Butuh Partisipatif

Pengamat Politik dari UIN IB Padang, Abrar
Pengamat Politik dari UIN IB Padang, Abrar (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Abrar mengungkapkan tingkat pengawasan partisipatif di pemilu legislatif maupun Pilkada masih rendah.

Menurutnya, pengawasan partisipatif yang paling tinggi adalah saat pemilu pertama kali di Indonesia pada 1955. Ketika tu tidak hanya pemangku kepentingan tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

"Kenapa harus berpatisipasi karena itu adalah kedaulatan rakyat. Di 1955 itu semua pihak ikut berpartisipasi dalam pengawasan. Dan saat ini hanya paling 20 persen," ungkapnya pada KLIKPOSITIF.

Baca Juga

"Karena bawaslu hanya satu bagian menurut saya. Mereka penyelenggara, tetapi belum bisa menjamin bahwa pemilu ini bisa berjalan baik di setiap lini," terangnya.

Selain pengawasan, pihaknya mengingatkan masyarakat juga harus meningkatkan kesadaran bahwa pemilu tersebut adalah bagian dari pesta rakyat.

Sebab, jika dipahami pemilu atau pilkada sebagai pesta rakyat, masyarakat harus memiliki integritas sendiri dalam memilih dan melakukan pengawasan dalam jalan demokrasi.

"Jadi bukan politisi yang sebenarnya yang harus kekeh dalam kegiatan pemilu demokrasi ini. Tapi rakyat yang menentukan," jelasnya.

Menurutnya, dengan bergulir setiap event-event pemilu, masyarakat harus lebih rasional dalam menentukan pilihan. Sebab, tanpa rasional, demokrasi tidak akan terwujud sesuai cita-cita yang diharapkan.

"Jika tidak melihat ada kebijakkan yang berkontribusi, jangan dipilih lagi. Masyarakat harus punya komitmen untuk itu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Erman Wadison mengatakan, untuk meningkatkan pengawasan partisipatif pihaknya terus melakukan terobosan. Tidak hanya dalam kegiatan formal, tetapi juga melirik sarana kebudayaan sebagai alternatif pengembangan partisipatif pengawasan.

"Dan ini masuk sebagai salah satu strategi baru kita dalam pengembangan pengawasan partisipatif dan ini akan terus kami lakukan," tukasnya.

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R