Petani Pessel Keluh Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PESSEL , KLIKPOSITIF  -- Petani di Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat mengalami kesulitan dan tingginya harga enceran akibat kelangkaan pupuk subsidi di daerah tersebut.

Hal ini diakui, Eri (38) petani di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan. Ia mengatakan, kelangkaan tersebut terjadi semenjak dua minggu terakhir.

"Memang sulit, bahkan harga NPK Rp3000, kini naik Rp.4000," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF , Selasa 10 Desember 2019.

Baca Juga

Ia menjelaskan, terjadinya kelangkaan pupuk membuat petani kesulitan untuk mengatur pupuk tanaman, selain padi juga terhadap sawit.

"Bahkan ada sebagian petani cabai yang masuk tahap pemupukan dalam dua minggu ini juga mengaku sulit mendapati pupuk," terangnya.

Sedana dengan Eri, salah seorang pengencer Rafli (34) mengatakan, bahwa stok pupuk bersubsidi yang didapatkannya dari distributor sudah habis untuk tahun ini.

"Kata distributor, yang biasa saya mengambil pupuk, stok digudangnya sudah habis. Sedangkan sebagai pengecer kami tentu menunggu dari distributor," terangnya.

Sementara itu, Kasi Alsintan dan Pupuk, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pessel , Fadrial mengakui dengan kelangkaan tersebut pihak sudah mengusulkan kuota tambahan pada pemerintah provinsi.

Katanya, untuk memenuhi kebutuhan Pemkab sudah mengusulkan kembali Urea :33 ton, SP-36: 34 ton, ZA: 16 ton, NPK: 60 ton, organik : 5 orgnanik dengan total 148 ton.

"Kerena memang dalam tahun ini, sudah dua kali pemangkasan dari provinsi. Dan untuk menyikapinya kami kembali mengusulkan tambahan untuk akhir tahun," tutupnya.

[Kiki Julnasri]

Baca Juga

Penulis: Iwan R

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com