Pemerintah Tetapkan Tanggap Darurat Banjir di Limapuluh Kota 7 Hari

Ambulance melewati genangan banjir di Limapuluh Kota
Ambulance melewati genangan banjir di Limapuluh Kota (Halbert/KLIKPOSITIF)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menetapkan tanggap darurat terhitung hari ini, Rabu 11 Desember 2019 hingga tujuh hari kedepan.

"Setelah rapat tadi malam, kami menetapkan tanggap darurat terhitung hingga tujuh hari kedepan," ujar Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi.

Ia menyatakan bahwa pihaknya menentukan tanggap darurat karena melihat kondisi banjir yang tidak kunjung menyusut sejak Senin 9 Desember 2019.

Baca Juga

"Pemukiman masyarakat saat ini masih banyak yang tergenang banjir," lanjutnya.

Dari pantauan klikpositif.com, dua kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota masih tergenang banjir. Dua Kecamatan itu adalah Lareh Sago Halaban dan Kecamatan Harau.

Puluhan masyarakat juga masih mengungsi di tempat pengungsian dan beberapa ke rumah sanak familinya. Di Kecamatan Lareh Sago Halaban, terhitung sebanyak 22 Kepala Keluarga mengungsi di tenda pengungsian dan puluhan lainnya mengungsi ke tempat sanak familinya.

Sementara di Nagari Taram, sebanyak 69 Kepala Keluarga mengungsi di tiga titik yaitu di tenda pengungsian, Kantor Jorong dan masjid yang ada di lokasi tersebut.

Hingga hari ketiga banjir, pemerintah masih melakukan penghitungan kerugian. Baik kerugian rumah, maupun lahan pertanian yang rusak akibat banjir.

[Halbert Caniago]

Penulis: Rezka Delpiera | Editor: -