Dinkes Limapuluh Kota khawatirkan Hal Ini Pasca Banjir

Tenda pengungsian dan kondisi di Jorong Koto Harau, Batu Balang, tepatnya di perbatasan Koto Harau dengan Balai
Tenda pengungsian dan kondisi di Jorong Koto Harau, Batu Balang, tepatnya di perbatasan Koto Harau dengan Balai (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota mengkhawatirkan dampak dari banjir akibat hujan deras yang melanda daerah itu pada Selasa (10/12/2019)

Tercatat ada 6 kecamatan yang dilanda banjir, yaitu Kecamatan Payakumbuh, Suliki, Harau, Mungka, Pangkalan dan Lareh Sago Halaban. Jumlah tersebut berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota.

"Kalau saat ini, kebanyakan masyarakat terkena gatal-gatal dan itu sesuatu yang normal saat terjadi bencana baniir," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, Tien Septino.

Baca Juga

Menurutnya, penyakit yang paling dikhawatirkan adalah diare dan demam yang biasanya dialami korban banjir karena kurangnya air bersih.

"Keadaannya saat ini masyarakat kekurangan air bersih. Karena air sumur juga dimasuki oleh air luapan sungai yang kurang bersih," lanjutnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih untuk korban banjir agar tidak ada yang mengalami diare dan demam.

"Kami sudah menyalurkan air bersih melalui PDAM untuk kebutuhan harian bagi masyarakat," lanjutnya.

Ia berharap korban banjir yang saat ini berada di lokasi pengungsian maupun yang masih bertahan di rumahnya agar tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang bersih. [Halbert Caniago]

Editor: Eko Fajri