Sebanyak 9 Sekolah di Limapuluh Kota Terdampak Bencana Banjir

Anak-anak di Kabaupaten Limapuluh Kota yang tidak bisa ke sekolah karena rumahnya terendam banjir.
Anak-anak di Kabaupaten Limapuluh Kota yang tidak bisa ke sekolah karena rumahnya terendam banjir. (KLIKPOSITIF/Halbert)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Banjir yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Limapuluh Kota dalam beberapa hari terakhir berdampak terhadap sembilan sekolah di daerah itu.

Sembilan sekolah itu adalah TK PKK Jorong Bancan Nagari Batu Balang Kecamatan Harau, TK Darma Wanita Parit Dalam Kecamatan Payakumbuh, SDN 01 Tarantang Kecamatan Harau, SDN 08 Sarilamak Jorong Buluh Kasok Kecamatan Harau, SDN 02 Sungai Antuan Kecamatan Mungka, SDN 06 Mungka Kecamatan Mungka, SDN 05 Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh, TK Annur Kecamatan Payakumbuh, SDN Manggilang Kecamatan Pangkalan.

"Umumnya sekolah-sekolah itu tergenang air di bagian pekarangan," kata Kepala Seksi Peserta Didik dan pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Wandi Putra, Rabu (11/12).

Baca Juga

"Yang sempat tidak dilaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) adalah SDN 06 Mungka," lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menetapkan tanggap darurat terhitung, Rabu 11 Desember 2019 hingga tujuh hari kedepan.

"Setelah rapat tadi malam (Selasa, 10/12), kami menetapkan tanggap darurat terhitung hingga tujuh hari kedepan," ujar Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi.

Ia menyatakan bahwa pihaknya menentukan tanggap darurat karena melihat kondisi banjir yang tidak kunjung menyusut sejak Senin 9 Desember 2019.

"Pemukiman masyarakat saat ini masih banyak yang tergenang banjir," lanjutnya.

Dari pantauan KLIKPOSITIF.com, dua kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota masih tergenang banjir. Dua Kecamatan itu adalah Lareh Sago Halaban dan Kecamatan Harau.

Puluhan masyarakat juga masih mengungsi di tempat pengungsian dan beberapa ke rumah sanak familinya. Di Kecamatan Lareh Sago Halaban, terhitung sebanyak 22 Kepala Keluarga mengungsi di tenda pengungsian dan puluhan lainnya mengungsi ke tempat sanak familinya.

Sementara di Nagari Taram, sebanyak 69 Kepala Keluarga mengungsi di tiga titik yaitu di tenda pengungsian, Kantor Jorong dan masjid yang ada di lokasi tersebut.

Hingga hari ketiga banjir, pemerintah masih melakukan penghitungan kerugian. Baik kerugian rumah, maupun lahan pertanian yang rusak akibat banjir. (*)

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: -