Terkait Soal Ujian PAI di Solok, Pengamat: Guru Belum Memiliki Kompetensi yang Baik

adanya kejadian kesalahan dalam pembuatan soal ujian PAI untuk kelas IV SD menunjukkan bahwa guru belum memiliki kompetensi yang baik dalam bidang pendidikan.
adanya kejadian kesalahan dalam pembuatan soal ujian PAI untuk kelas IV SD menunjukkan bahwa guru belum memiliki kompetensi yang baik dalam bidang pendidikan. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Jamaris mengatakan adanya kejadian kesalahan dalam pembuatan soal ujian PAI untuk kelas IV SD menunjukkan bahwa guru belum memiliki kompetensi yang baik dalam bidang pendidikan. Ia mengatakan bahwa hal itu menjadi sangat tak baik saat aplikasi di lapangan terjadi hal seperti ini.

"Melihat kejadian ini terlihat bahwa guru belum memiliki kompetensi yang baik dalam pendidikan itu sendiri. Terlepas dari dua hal yang yang mendasari kejadian itu, kompetensi guru tetap dipertanyakan lagi," katanya saat dihubungi di Padang, Jumat, 13 Desember 2019.

Ia mengatakan dalam kejadian ini ada dua hal yang menjadi indikator penyebab, yakni disengaja dan tidak disengaja. "Terlepas dari soal itu, ada dua hal yang menjadi faktor penyebabnya, yakni sengaja dan tidak sengaja. Kedua faktor itu tentunya juga melihat bagimana guru memiliki pemahaman yang kuat dalam membuat soal," jelasnya.

Baca Juga

"Mungkin saja guru yang membuat soal ingin membuat soal dengan jawaban mengecoh, namun hal itu tidak diiringi dengan pemahaman yang kuat dari mereka sehingga terjadilah hal yang seperti ini," tuturnya.

Menurutnya masih banyak guru yang tidak pandai membuat soal menunjukkan bahwa kompetensi guru masih kurang baik."Dan tentunya ini juga jadi bahan evaluasi untuk kita semua, termasuk soal pengawasan yang dilakukan kepala sekolah dan forum-forum diskusi guru dalam membuat soal," tuturnya.

Diakuinya pengawasan yang masih kurang baik di sekolah, baik untuk guru dan kepala sekolah juga penyebab lainnya. "Ini jadi faktor lainnya, kecuali yang mengatur adalah mengawas dan mendampingi sehingga bisa memberikan masukan secara langsung terkait hal itu," jelasnya.

Ia berharap dengan kasus ini ada pembelajaran yang diambil secara bersama oleh guru meningkatkan kompetensi dalam. "Sehingga hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihak pusat bisa menjadi acuan dalam meningkatkan kompetensi mengajar," tuturnya.

Sebelumnya, munculnya soal ujian Pendidikan Agama Islam (PAI) semester I kelas IV Sekolah Dasar di kecamatan Junjung, Kabupaten Solok yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Fitria Marlina