Dipersidangan Mangrove, Wabup Pessel Mengaku Sulit Konsultasi dengan DLH

Sidang kerusakan mangrove di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Padang
Sidang kerusakan mangrove di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Padang (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri )

PADANG, KLIKPOSITIF - Dihadapan majelis hakim, terdakwa kasus kerusakan mangrove di kawasan wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar mengaku sejak kasus bergulir dirinya tidak pernah lagi dianggap sebagai wakil bupati.

Bahkan Rusma Yul Anwar mengaku dirinya diasing sebagai Waki Bupati Pesisir Selatan.

Pernyataan terdakwa ini, diungkapkan setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Padang mengagendakan pemeriksaan terdakwa, Kamis 19 Desember 2019.

Baca Juga

Hakim bertanya, apakah saudara terdakwa masih menjabat sebagai Wakil Bupati Pesisir Selatan?

Terdakwa menjawab, "iya". Akan tetapi, dijelaskannya sejak masalah ini bergulir, tidak hanya Bupati Pesisir Selatan, akan tetapi para Kepala Organisasi Perangkat Dinas (OPD) juga mengasingkannya meski jabatan Wabup Pessel masih melekat secara Undang-undang pada dirinya.

"Itulah kondisi yang saya alami saat ini yang mulia. Malah ruang dinas saya tidak pernah jajaki para OPD," ungkap terdakwa saat diperiksa majelis hakim.

Tidak hanya itu, terdakwa juga mengaku sulit untuk konsultasi terkait masalah kasus yang dialaminya. Bahkan, OPD terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup seakan-akan menghindar darinya.

"Sehingga saya-pun sulit untuk koordinasi yang mulia," terangnya dengan kepala tertunduk.

Panjang keterangan terdakwa, pihaknya
mengungkapkan kasus tersebut menguap ke publik sejak April 2017. Setelah Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni membawa wartawan dan kepala OPD ke lokus tempat perkara.

Dijelaskan, dengan adanya dorongan tersebut kasusnya terus bergulir, hingga sampai ke meja hijau. Diakuinya, saat Bupati Pesisir Selatan membawa Kepala OPD dan wartawan dirinya sedang berada di Jakarta untuk mengurus pendirian BNNK Pesisir Selatan.

"Jadi itulah ceritanya majelis hakim," ujar terdakwa.

Dalam pemeriksaan terdakwa, JPU tampak tercegang dengan membukukkan badan ke arah terdakwa saat menerangkan jalan kasus yang dialami. Bahkan, ruangan sidang sontak terasa lebih hening mendengarkan jawaban oleh terdakwa saat pemeriksan.

Dalam pemeriksaan, Hakim Ketua Gutiarso juga bertanya kepada terdakwa tentang tanggapan terkait vonis yang akan diterima. Terdakwa menjawab dengan harapan bebas dari jeratan hukum, dan hakim ketua-pun menatap ke arah JPU dengan raut senyum.

Sementara, Penasehat Hukum Terdakwa Vino Oktavia menegaskan sesuai dengan fakta persidangan, kasus yang dituduhkan kliennya, murni politis.

Dijelaskannya, dakwaam perkara hukum ini disebut-sebut berawal dari adanya laporan masyarakat sekitar, dan terdapat laporan lain yang diteken Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni tertanggal 27 April 2018.

Ironisnya dari laporan teraebut, kata PH Wabup Pessel dari empat pelaku yang telah dilaporkan Bupati Hendrajoni, hanya kliennya saja yang diproses. Sementara, tiga nama lainnya tidak.

"Padahal, dari keempat terlapor itu, justeru lahan milik Rusma Yul Anwar kerusakannya yang paling kecil," ungkapnya ketika itu.

Laporan bernomor surat 660/152/DLH-PS/2018 perihal Pengrusakan Lingkungan Hidup di Kawasan Mandeh itu disampaikan ke Kementerian Lingkungan dan Kehutanan RI dan Jaksa Agung.

Pada laporan tersebut, terdapat tiga nama lainnya yang tidak diproses secara hukum. Ketiganya antara lain dua orang mantan pejabat di Pessel dan seorang pengusaha, dengan luasan kerusakkan yang lebih parah.

"Itu belum lagi kerusakkan yang ditimbulkan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat," terangnya.

Akan tetapi, lanjutnya, hingga saat ini hanya Rusma Yul Anwar saja yang diproses hukum dan ditetapkan tersangka hingga terdakwa.

Usai pemeriksaan terdakwa, salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendatangi terdakwa dengan gestur wajah penuh haru. Dan tampak ketika itu penyesalan dari raut wajahnya sambil menyalami dan memeluk orang nomor 2 di Pessel tersebut.

(Kiki Julnasri)

Baca Juga

Penulis: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com