Tinjau Pembangunan di Mentawai, Ini Kata Wagub Sumbar

(Ist)

MENTAWAI, KLIKPOSITIF -- Pelabuhan Labuan Bajo yang dibangun sejak pertengahan tahun 2019 lalu saat ini sudah hampir selesai. Diperkirakan pelabuhan yang terletak di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawain itu, akan selesai dibangun pada pertengahan Januari 2020 mendatang.

"Kemarin, kita meninjau lokasi pembangunan pelabuhan Labuan Bajo bersama dengan Pak Ridwan Djamaluddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dari Kemenko Kemaritiman. Perkiraan, pertengahan tahun mendatang sudah rampung. Kita berharap, dengan terbukanya jalur Trans Mentawai nantinya, semua hasil perkebunan dan pertanian di Siberut ini bisa dikapalkan melalui pelabuhan ini," kata Nasrul Abit, Minggu 22 Desember 2019.

Menurutnya daerah tempat pelabuhan itu didirikan, selain dekat dengan kota Padang, juga berjarak cukup dekat dengan Pulau Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. sehingga nantinya, pelabuhan ini akan menjadi motor penggerak untuk pertumbuhan ekonomi Pulau Siberut khususnya.

Baca Juga

Untuk lokasi pengerjaannya meliputi Pulau Siberut (Kepulauan Mentawai) dengan ruas Sirilanggai – Sigapokna – Labuan Bajo – Sigapokna. Saat ini progresnya sudah mencapai 91,38 persen, dengan rencana awal 93,80 persen.

Selain itu, jalur Trans Mentawai yang sudah dibuka sepanjang 29 kilometer kata Nasrul, juga akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Namun sayang, hingga kini jalur tersebut masih belum layak untuk dilalui oleh kendaraan roda empat atau lebih. Karena, Jalur tersebut masih berbentuk tanah dengan keadaan berlobang yang tentu saja, menghambat transportasi darat dari Paipei ke Labuan Bajo.

Tidak hanya itu, beberapa sungai tak berjembatan juga menghambat akses jalur itu. Terhitung, ada sebanyak empat sungai yang membentang di sepanjang jalur tersebut dan tanpa jembatan.

Dengan begitu, Pemprov Sumbar akan kembali mengajukan untuk pembangunan jalan sepanjang 29 kilometer tersebut. Sehingga masyarakat di Pulau Siberut bisa menggunakan transportasi darat menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

"Kami akan mencoba melakukan pengajuan pada tahun depan untuk pembangunan jalan Trans Mentawai ini. Kami harap Kementrian Perhubungan dan bapak Presiden Joko Widodo bisa membantu untuk terwujudnya akses jalan ini," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan tercapainya Trans Mentawai dan selesainya pembangunan Pelabuhan Labuan Bajo akan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat nantinya.

"Mudah-mudahan dengan selesainya Trans Mentawai dan Pelabuhan ini, Kabupaten Kepulauan Mentawai akan keluar dari daerah tertinggal. Dengan sendirinya kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat," sambungnya.

Diketahui, pembangunan Trans Mentawai hingga akhir tahun lalu sudah dibuka sepanjang 204 kilometer dari target total 393,89 kilometer di empat pulau.

Dari total jalan sepanjang itu, sebanyak 89 kilometer merupakan jalan nasional yang dibangun melalui APBN, sisanya adalah jalan yang dibangun dari APBD Mentawai.

Selain itu, Bandara yang terletak di daerah Sipora nantinya juga akan dibenahi kembali dan akan menjadi bandara yang bisa digunakan untuk pesawat Air Bus.

Untuk pembangunan bandara tersebut, diketahui sudah ada infestor yang akan menanamkan modalnya sebesar Rp500 milyar di Kepulauan Mentawai.

"Untuk bandara ini, sudah ada infestor yang akan menanamkan modalnya di sini. Jika ini tidak terwujud dan penyediaan lahan tidak ada, maka pembangunannya akan dipindahkan ke Kabupaten Fak-fak, Papua," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pembangunan tersebut akan dikebut hingga tahun 2022 mendatang jika lahan sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Jika lahan sudah disediakan di tahun 2020 mendatang, pembangunan akan dimulai pada tahun 2021 dan bandara ini akan selesai pada tahun 2022," lanjutnya.

Menurutnya, pembangunan tersebut akan seperti Bandara Ngurahrai Bali yang juga memiliki pemandangan laut. Hal tersebut akan memberi nilai tambah untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Jadi kami minta kepada pak Camat, pak Dusun agar bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pembangunan bandara ini akan sangat berpengaruh nantinya kepada masyarakat," lanjutnya.

Pengaruh pembangunan bandara itu nantinya akan berefek pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sehingga Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak akan lagi di cap sebagai daerah tertinggal.

"Dengan adanya bandara, Pelabuhan dan Trans Mentawai ini, nantinya pertumbuhan ekonomi masyarakat akan semakin meningkat. Tidak hanya itu, dengan hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, akan membuat Kabupaten Kepulauan Mentawai semakin baik," sambungnya. (Halbert Caniago)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri