Selama Dua Tahun, Sumbar Kehilangan Lebih 23 Ribu Hektar Lahan

Selama dua tahun terakhir, Sumatera Barat mengalami penurunan tutupan hutan seluas 23.352 Ha
Selama dua tahun terakhir, Sumatera Barat mengalami penurunan tutupan hutan seluas 23.352 Ha (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Selama dua tahun terakhir, Sumatera Barat mengalami penurunan tutupan hutan seluas 23.352 Ha. Data terbaru kondisi terkini tutupan hutan dan laju deforestasi (proses penghilangan hutan alam) Sumatera Barat berdasarkan analisis Citra Landsat -8 GIS KKI Warsi, ditemukan data tutupan hutan Sumatera Barat Tahun 2017 seluas 1.895.324 Ha, Sementara itu untuk tahun 2019 tutupan hutan Sumatera Barat sudah mencapai luasan 1.817.972 Ha (44 persen dari luas wilayah Provinsi).

Direktur Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Rudi Syaf mengatakan penurunan tutupan hutan di Sumbar dominan terjadi di beberapa titik lokasi, yakni Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Solok.

"Penyebab penurunan hutan tutupan hutan disebabkan oleh beberapa faktor yakni perambahan hutan untuk pembukaan lahan baru perladangan masyarakat, penebangan kayu tanpa izin (illegal logging) serta penambangan ilegal (illegal minning). Meski tidak signifikan, namun catatan ini tebtu menjadi persoalan yang harus disikapi bersama karena memiliki pengaruh dan dampak jangka panjang," katanya saat kegiatan rilis hasil kajian catatan akhir tahun 2019, Senin, 23 Desember 2019.

Baca Juga

Ia mengatakan deforestasi merupakan momok dan tantangan bagi pengelolaan sumber daya alam dan kawasan hutan berkelanjutan. "Dalam kasus Sumatera Barat, sebagai daerah dengan luasan kawasan hutan mencapai 2.342.893 atau 55,39 persen dari luas wilayah administratif Sumbar yang memiliki luasan seluas 4.228.208 Ha," jelasnya.

"Topografi kawasan Sumatera Barat yang didominasi oleh dataran tinggi, kawasan hutan lerengan yang curam, serta potensi bencana banjir dan longsor yang sangat tinggi menjadikan kawasan Sumbar rentan dan beririsan langsung dengan akibat yang ditimbulkan oleh deforestasi," tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar tahun 2018 terdapat 225 desa di Sumatera Barat yang dilanda bencana longsor, 306 desa pernah dilanda bencana banjir dan 107 desa pernah dilanda banjir bandang. "Kerentanan kawasan Sumatera Barat juga ditambah dengan data bahwa ada 1.143 desa yang berada pada topografi tinggi dengan 33.383 rumah tangga yang menggantungkan hidup dari sumber daya hutan . Ini menjadi fakta bahwa semua pihak penting menjaga terhambatnya laju deforestasi," tuturnya.

Baca Juga

Penulis: Fitria Marlina

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com