Edriana Dorong Pemerintah Harusnya Beri Kemudahan Pajak Bagi Pelaku UMKM

Juru bicara (jubir) Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), Edriana, SH, MA bersama Kakak Prabowo Subianto, Ibu Maryani Djojohadikusumo berdiskusi membahas peran perempuan dalam politik
Juru bicara (jubir) Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), Edriana, SH, MA bersama Kakak Prabowo Subianto, Ibu Maryani Djojohadikusumo berdiskusi membahas peran perempuan dalam politik (Ist)

KLIKPOSITIF Juru bicara (jubir) Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi), Edriana , SH, MA, mendorong agar pemerintah seharusnya memberikan kemudahan pajak bagi pelaku UMKM .

Dorongan tersebut menyikapi isu yang sekarang sedang hangat diperbincangkan yakni,  konsep Omnibus Law yang dikeluarkan oleh pemerintah. Di mana melalui konsep ini pemerintah memudahkan mendatangkan investor ke negeri ini, salah satunya dengan memberikan kemudahan pajak.

BACA JUGA: Air Laut di Bungus Teluk Kabung Menghijau, DKP Sumbar: Dugaan Sementara Blooming Alga

Baca Juga

“Konsep Omnibus Law ini siapa yang diuntungkan? Bagaimana agar pemerintah seharusnya juga  memberikan kemudahan pajak bagi pelaku UMKM ,” ujar Mantan Anggota Tim Sinkronisasi Anies-Sandi ini, saat menghadiri diskusi publik memeringati Hari Ibu, yang dilaksanakan oleh Perempuan Gerindra (PiRA), Minggu (22/12).

Diskusi publik menghadirkan pemateri Pakar Ekonomi, Dr. Eny Sri Hartati dan Pakar Politik Oleh Prof. Dr. Siti Zuhro. Pada kesempatan diskusi yang mengusung tema, "Tetap Berdaya di Era Disrupsi" itu, Edriana mengingatkan, ketika krisis ekonomi melanda dunia dan tentunya juga Indonesia pada tahun 1998. Pada waktu itu total kontribusi BKPM bagi perekonomian nasional hanya 15-16 persen. Artinya lebih dari 80 persen kontribusi ekonomi nasional pada waktu itu adalah dari UMKM .

“Bila bicara tentang UMKM , maka bicara tentang kontribusi ekonomi perempuan dalam perekonomian nasional. Bahkan jangan pernah kita lupakan jasa para TKW kita yang minim perlindungan hukum, dalam mendatangkan devisa negara pada masa krisis ekonomi tahun 1998 bahkan sampai sekarang,” tegasnya.

Data dari Bank Indonesia menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen UMKM dikelola oleh perempuan. Sementara di Sumbar lebih dari 70 persen pelaku UMKM adalah perempuan, mulai dari menenun, kuliner, mengolah dan menjual hasil pertanian, sampai pada pekerjaan di bidang jasa pengelolaan pariwisata.

Selain kemudahan pajak, Edriana juga mendorong bagaimana agar pemerintah daerah terlibat dalam membantu permodalan dan pemasarannya. Pemerintah daerah juga diminta agar bisa membantu pengrajin untuk membangun kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar dalam hal pemasarannya, serta membuka jalur agar mereka dapat mengakses bantuan permodalan dari kementrian UMKM .

Sekarang dengan adanya dana UMKM sebesar Rp18 triliun, seharusnya bisa untuk membiayai pengembangan berjuta-juta usaha baru. Sehingga juga bisa membuka lapangan kerja baru. “Harapannya bagaimana agar diberikan kemudahan bagi perempuan, untuk dapat mengakses kredit permodalan dan bimbingan pemasaran,” harapnya.

Begitupun dengan pemanfaatan dana desa. Edriana menilai dana desa ini menjadi penting sebagai kekuatan ekonomi masyarakat di pedesaan. Dengan dana satu desa Rp1 miliar, harusnya mampu digunakan untuk meningkatkan potensi ekonomi desa.

“Bagi kita di Sumbar? yang harus dilakukan adalah pembangunan ekonomi berbasis kenagarian dengan memaksimalkan pemberdayaan sumberdaya di masing-masing nagari. Dengan adanya Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag), seharusnya bisa membangun usaha sebagai wadah penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Menurutnya, begitu banyak  peluang untuk membangun UMKM di Indonesia dan Sumbar. Namun, sekarang yang dibutuhkan keseriusan dan komitmen pemerintah daerah, untuk mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan sebagai pilar kekuatan ekonomi Indonesia.

Edriana yang juga seorang aktivis perempuan selama ini memang cukup dikenal saat bicara diberbagai forum selalu fokus pada pembahasan pemberdayaan Perempuan Minang dalam membangun ekonomi dan UMKM . Edriana selalu memotivasi Perempuan Minang untuk produktif secara ekonomi membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. [Rilis]

Baca Juga

Penulis: Khadijah