Pasca Gerhana Matahari, BMKG Amati Hilal Awal Bulan Hijriah

Petugas BMKG Padang Panjang Saat Mengamati Gerhana Matahari Sebagian di Masjid Raya Sumbar
Petugas BMKG Padang Panjang Saat Mengamati Gerhana Matahari Sebagian di Masjid Raya Sumbar (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang Irwan mengatakan, fenomena Gerhana Matahari merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi dan, Bulan ini terjadi pada saat fase bulan baru.

Ketika Bumi, Bulan, dan Matahari dalam iklip tiga yang sama, itu yang kita namakan konjungsi atau dalam bahasa Arab disebut Ijtima itu merupakan perubahan bulan Hijriah.

"Sekarang ketiganya sudah dalam satu garis lurus, jadi pasti terjadi perubahan bulan. Nanti sore, kita lakukan pengamatan hilal di Pariaman, kita akan lihat bulan sudah berada diatas ufuk," katanya di Masjid Raya Sumbar, Kamis 26 Desember 2019.

Baca Juga

Irwan menambahkan, pengamatan akan dilakukan dengan menggunakan teropong, hilal akan terlihat jika cuaca bagus dan tidak tertutup awan. Perubahan bulan Hijriah tersebut dari Rabiul Akhir ke Jumadil Awal.

Sementara itu Pengembang Penyuluh Syariah, Kementerian Agama Sumbar Ihsanul Fikri mengatakan, pihaknya juga akan melakukan Rukyatul Hilal pada saat matahari terbenam, apakah hilal itu tampak atau tidak.

"Jika Hilal itu tampak, dipastikan besok sudah 1 Jumadil Awal, jika tidak tampak akan dilakukan istiqmal. Artinya bulan berjalan akan digenapkan 30 hari," katanya.(*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Muhammad Haikal