BP Jamsostek Padang Apresiasi Penyaluran CSR Bank Nagari untuk Pekerja Rentan

Para pekerja rentan menerima kartu jaminan sosial melalui dana CSR Bank Nagari
Para pekerja rentan menerima kartu jaminan sosial melalui dana CSR Bank Nagari (KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Ketenagakerjaan Padang atau yang saat ini disebut dengan BP Jamsostek mengapresiasi langkah Bank Nagari dalam mengalirkan dana CSR miliknya untuk disalurkan pada para pekerja rentan guna mendapatkan jaminan sosial selama mereka bekerja.

"Jika biasanya perusahaan menyalurkan seluruh dana CSR-nya untuk pembangunan fisik, namun Bank Nagari menyalurkannya dalam bentuk nonfisik yakni dengan memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja rentan. Dalam hal ini, dua program yang diambil yakni Jaminan Kecelakaan Kerja atau JKK dan Jaminan Kematian atau JKM," kata Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah Sumbar-Riau Pepen L Almas dalam kegiatan penyerahan kepesertaan jaminan sosial Ketenagakerjaan Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) CSR Bank Nagari Tahun 2019, di Hotel Kryad Bumi Minang, Kamis (26/12).

Bank Nagari Sumbar menyalurkan dana CSR-nya untuk dua program BPJamsostek kepada 5.000 orang pekerja rentan yang ada di Sumbar. Dari 5.000 pekerja rentan, dana tersebut disalurkan pada 2.350 orang yang berstatus sebagai penyuluh agama yang ada di Seluruh daerah pelosok di Sumbar.

Baca Juga

Penyaluran dana CSR Bank Nagari itu akan digunakan untuk membayar iuran jaminan sosial ketenagakerjaan para pekerja rentan selama tiga bulan, dengan biaya perharinya Rp16.800.

Pekerja rentan, lanjut Dolik, adalah mereka yang memiliki risiko tinggi dalam bekerja dan upah mereka sangat minim hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, sehingga membutuhkan uluran tangan dari para donatur.

"Harapannya semakin banyak perusahaan yang menyalurkan dana CSR untuk mereka pekerja rentan. Perusahaan dapat mengusulkan nama-nama pekerja rentan di lingkungan mereka atau tempat yang dituju dan bisa juga mengacu dari data yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan," kata Pepen.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Nagari yang pada kesempatan itu diwakilkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Indra Rivai mengatakan bahwa Bank Nagari rutin menyalurkan dana CSR-nya baik dalam bentuk penyaluran beasiswa, bantuan bencana hingga bantuan untuk pembangunan fisik pada suatu daerah di Sumbar.

Ia menjelaskan, sebenarnya penyaluran dana CSR melalui BPJamsostek pada pekerja rentan bukanlah yang pertama kalinya. Namun hal itu sudah berjalan selama tiga tahun.

"Jadi ini ketiga kalinya kegiatan penyaluran dana CSR dari Bank Nagari untuk membantu para pekerja rentan yang tidak memiliki penghasilan lebih dan seringkali lupa untuk mengingat pentingnya jaminan sosial selama bekerja," kata Indra pada KLIKPOSITIF usai kegiatan.

Dijelaskannya, dana CSR itu berjumlah sekitar Rp252 Juta yang merupakan hasil dari perhitungan dari pembayaran jaminan sosial pekerja rentan se-Sumbar selama tiga bulan lamanya dengan biaya perharinya yakni Rp16.800 untuk 5.000 orang. Status pekerja rentan itu pun berasal dari berbagai kalangan seperti penyuluh agama yang berada di pelosok Sumbar, penyuluh petani, petani, nelayan dan lainnya.

Ia mengharapkan agar Bank Nagari semakin baik kedepannya sehingga dapat menyalurkan dana CSR-nya dengan lebih besar lagi terhadap yang mereka yang membutuhkan.


Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar Nasrizal juga menyampaikan apresiasinya pada Bank Nagari . Ia mengharapkan semoga apa yang dilakukan oleh Bank Nagari dapat menjadi pancingan terhadap perusahaan lain untuk menyalurkan dana CSR-nya pada para pekerja rentan yang memang mebutuhkan perhatian khusus karena tidak memiliki jaminan sosial yang pasti dari tempat mereka bekerja.

Ia mengharapkan agar setiap orang yang bekerja memiliki jaminan sosial dalam bekerja sehingga akan membuat mereka lebih aman lagi dalam bekerja. Karena memiliki jaminan untuk keselamatan mereka selama bekerja.

"Saya setiap kali bertemu pekerja seperti pekerja di rumah makan maupun kuli bangunan tidak luput dari pertanyaan saya terkait apakah mereka memiliki jaminan sosial. Oleh karena itu, apa yang dilakukan Bank Nagari sangat berarti untuk pekerja rentan atau yang biasa kita sebut dengan buruh," katanya.

Teutama para penyuluh agama, lanjut Nasrizal. Penyuluh agama memiliki banyak resiko dalam bekerja, apalagi mereka bekerja di pelosok/pedalaman yang daerah mereka masih masuk dalam daerah 3 T yakni Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Mereka tak jarang menemui kecelakaan yang tidak mereka inginkan selama pekerja.

"Ketika para pekerja mendapatkan kecelakaan pada saat bekerja, mereka tentunya tidak akan mendapatkan penghasilan selama masa pemulihannya. Kasihan kan mereka, karena mereka sudah gajinya kecil, eh malah mendapatkan kecelakaan kerja dan tidak mendapatkan jaminan sosial dari tempat mereka bekerja selama tidak bekerja," ujarnya. (*)

Baca Juga

Penulis: Khadijah

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com