Tatap Porprov 2020 dengan Anggaran Minim, KONI Limapuluh Kota Ngadu ke DPRD

Jajaran pengurus KONI Limapuluh Kota bertemu Komisi II DPRD.
Jajaran pengurus KONI Limapuluh Kota bertemu Komisi II DPRD. (Ist)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Anggaran pembinaan atlet masih menjadi kendala utama Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Kabupaten Limapuluh Kota dalam mengembangkan berbagai cabang olahraga prestasi di daerah tersebut.

Untuk Porprov 2020 , anggaran pembinaan KONI Limapuluh Kota yang disetujui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah sebesar Rp800 juta, jumlah itu jauh di bawah dari yang diajukan, yaitu Rp2,5 miliar.

baca juga: Bupati Lima Puluh Kota Tinjau Puskesmas Taram

Minimnya anggaran yang disetuji itu dinilai akan membuat KONI Limapuluh Kota mengalami kendala dalam menyiapkan atlet jelang tampil pada event olahraga paling bergengsi Sumbar tersebut.

Menyikapi situasi itu, jajaran pengurus KONI Kabupaten Limapuluh Kota menyampaikan aspirasinya ke DPRD setempat. Pertemuan itu dikemas dalam kegiatan hearing bersama Komisi II di ruang rapat pimpinan gedung DPRD Limapuluh Kota , Senin (30/12).

baca juga: Kabar Baik, Pasien Pertama Positif COVID-19 di Payakumbuh Dinyatakan Sembuh

"Kondisi ini kami khawatirkan, bisa menggeser capaian prestasi pada Porprov mendatang," kata Ketua KONI Kabupaten Limapuluh Kota , Davis Emha.

Dikatakannya, KONI bersama segenap unsur yang membantu bidang olah raga, tambah Davis, terus berusaha memberi dukungan pembinaan kepada seluruh atlet pada 36 cabang olahraga. Terutama dalam hal fasilitasi latihan, perlengkapan, serta kegiatan event-event bagi atlet berprestasi. Tercatat sebanyak 11 cabang olah raga terbukti memberikan kontribusi perolehan medali dalam event olahraga Provinsi maupun Kejurnas.

baca juga: Latihan Mandiri Atlet Sumbar di Tengah Pandemi

"Jika kita flashback kembali, terkait raihan prestasi Kabupaten Limapuluh Kota , sejak Porprov 2012 hingga Porprov 2018 lalu, prestasi kita (Lima Puluh Kota) masih bertahan di angka lima besar Sumbar," tambahnya.

Davis berharap, DPRD bersama pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan bidang olah raga. Mengingat, Limapuluh Kota dikenal sebagai gudang atlet berprestasi yang berpotensi meraih juara dan prestasi di tingkat nasional ataupun internasional.

baca juga: Ingin Bantu Swab Lima Puluh Kota, Petugas Kesehatan Payakumbuh Balik Kanan

Menanggapi aspirasi jajaran pengurus KONI tersebut, Sekretaris Komisi II, Khairul Apit menyebut, DPRD khususnya Komisi II bakal menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan para pegiat olah raga. Diakuinya, olahraga menjadi salah satu bidang pembangunan yang musti diperjuangkan.

"Segala konsekwensi terutama pendanaan dan anggaran ini akan kami jadikan masukan, untuk dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar). Jika memang tidak sesuai kebutuhan, tentu perlu ditambah sesuai angka yang rasional. Ini kita tindaklanjuti," tutur Ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah, DPRD serta para pegiat olahraga terutama KONI bersama pengurus cabang olahraga perlu menentukan sikap dan komitmen terkait program dan anggaran menghadapi Porprov 2020 mendatang. Ia juga meminta KONI menginventarisir seluruh kebutuhan peralatan hingga latihan seluruh cabang olahraga.

"Minimal kita usahakan untuk melengkapi dan harus kita perhatikan. Agenda serta program pembinaan juga harus jelas, supaya kami bisa memberi masukan dan pertimbangan kepada Banggar dan pemerintah daerah. Keberlangsungan pembangunan olahraga, ini tanggung jawab kita bersama," tutur Khairul Apit. (*)

Penulis: Taufik Hidayat