16 Tahun Dharmasraya, Tol dan Rumah Gadang Terbesar di Sumbar

Jembatan Sungai Dareh Dharmasraya
Jembatan Sungai Dareh Dharmasraya (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

DHARMASRAYA, KLIKPOSITIF - Kabupaten Dharmasraya memasuki usia 16 tahun. Banyak capaian dan rencana yang akan dilakukan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung itu kedepan.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat rapat paripurna Hari Jadi Kabupaten Dharmasraya ke-14 menyampaikan, di usia belasan tahu itu, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan untuk menjadikan Dharmasraya lebih baik dan lebih maju.

Salah satu perencanaan pembangunan islamic center bertaraf internasional di Gunung Medan dan akan menjadi salah satu ikon untuk kabupaten Dharmasraya nantinya.

Baca Juga

"Alhamdulillah, rencana besar kita membangun islamic center mendapat dukungan dari pemerintah pusat, bahkan masyarakat yang berada di Gunung Medan sudah menghibahkan asset tanahnya untuk pembangunan islamic center bertaraf internasional," ujarnya.

Pada 2021, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berencana membangun rumah gadang terbesar se-Sumatera Barat, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tengah Kabupaten berjuluk Ranah Cati Nan Tigo ini.

"Saya sudah sampaikan kepada seluruh ninik mamak bahwa kita akan membangun rumah gadang terbesar di Sumbar pada 2021, letaknya di Dharmasraya, mudah-mudahan akan berjalan lancar," sebutnya.

Selanjutnya Pemkab Dharmasraya juga berencana akan ada pembangunan jalan tol yang akan menembus tiga batas Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Untuk memantapkan persiapan pelaksanaan KEK di tiga kabupaten itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Mulyono dikabarkan akan berkunjung ke Kabupaten Dharmasraya.

"Rencananya Menteri PUPR akan berkunjung ke Dharmasraya, tentu kesempatan ini tidak kita sia-siakan. Saya akan usulkan pembangunan jalan tol Dharmasraya, Solok Selatan dan Pesisir Selatan, yang dimulai dari Padang Laweh Dharmasraya," imbuhnya.

Diakhir sambutannya Bupati Dharmasraya mengaja semua pihak untuk memantapkan komitmen bersama sesuai visi dan misi pemerintah Dharmasraya.

"Bersama-sama kita tingkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, sekaligus marilah kita selalu memberikan karya terbaik dari berbagai macam aspek bagi perkembangan dan kemajuan Dharmasraya," tutupnya.

Sementara itu sambutan Wakil Gubernur Sumbar menyampaikan, bahwa posisi Kabupaten Dharmasraya sangat strategis yang merupakan salah satu kabupaten di Sumbar yang memiliki potensj alam yang lengkap, baik dari potensi pertanian, perkebunan, pertambangan maupun kehutanan.

"Patut kita syukuri, diusia ke-16 Dharmasraya berada pada peringkat 37 dari 396 kabupaten secara nasional dan peringkat 1 dari 12 kabupaten se Sumbar dengan peroleh skor kinerja 3,1856 dengan kategori status sangat tinggi," jelas Nasrul Abit.

Hasil tersebut meningkat dibandingkan dengan hasil EKPPD tahun 2017 terhadap LPPD tahun 2016. Dengan perolehan nilai 3.1226 yang berada oada peringkat 129 dari 397 kabupaten se Indonesia dan peringkat 4 dari 12 kabupaten se Sumbar dengan kategori status sangat tinggi.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan tahun 2020 akan berlangsung pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada tanggal 23 September 2020. Oleh karena itu Pilkada serentak merupakan tanggungjawab bersama, mulai dari pemerintah sampai dengan masyarakat agar ikut mendukung dan menjamin kelancarannya.

Terkait dengan rencana pembangunan islamic center bertaraf internasional, rumah gadang Minangkabau terbesar di Sumbar dan pembangunan jalan tol, Wagub Sumbar mendukung sepenuhnya.

Menurut Nasrul Abit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dipusatkan di Kabupaten Pesisir Selatan dengan koor sektor periwisata, akan berdampak positif bagi Kabupaten Dharmasraya. Sebab Kabupaten Dharmasraya bakal menjadi salah satu pintu gerbang masuknya turis lokal dan nasional ke Kabupaten Solok Selatan, Sijunjung dan Kabupaten Pesisir Selatan yang dikenal punya objek wisata eksotik kawasan Mandeh.

"Meskipun rencana tol Sumatera tersebut masih dalam bentuk wacana nasional, saya berharap kita semua bisa mendukung dan memperjuangkannya, demi menunjang perekonomian daerah, khususnya Kabupaten Dharmasraya ini," pintanya.

Ditambahkannya Dharmasraya merupakan sebagai titik tengah Pulau Sumatera, karena posisi Kabupaten Dharmasraya berbatasan langsung dengan tiga provinsi, Sumbar, Riau, Jambi, sekaligus sebagai jalur transit, hal itu sangat memungkinkan Dharmasraya menjadi pusat perdagangan.

"Paling tidak, Dharmasraya akan kebagian berkah pada pembangunan jalan tol yang bisa menjadi pintu gerbang menembus batas Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan dan Kabupaten Pesisir Selatan," ungkapnya.

Kemudian Wagub Sumbar juga memberikan apresiasi yang dicapai oleh pemerintah daerah bersama DPRD. Berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan, kini hasilnya telah dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Joni Abdul Kasir