Pilgub Sumbar, Nasrul Abit dan Mahyeldi Sama-sama Punya Basis

Nasrul Abit dan Mahyeldi Ansharullah
Nasrul Abit dan Mahyeldi Ansharullah (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pilkada serentak yang akan digelar pada 23 September 2020 di 270 wilayah di Indonesia mulai ditabuh. Setidaknya ada 270 wilayah ini meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota seluruh Indonesia yang akan melaksanakan pesta demokrasi ini.

Di Sumatera Barat akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah di 13 kabupaten/kota dan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Ke-13 nya meliputi Kabupaten 50 Kota, Agam, Solok Selatan, Dharmasraya, Solok, Pesisir Selatan, Sijujung, Pasaman, Pasaman Barat, Mentawai, Padang Pariaman, Kota Bukitinggi, Kota Solok dan Pemilihan Gubernur serta Wakil Gubenur Sumbar.

baca juga: Bukittinggi Mengaku Siap Jadi Percontohan Awal New Normal di Sumbar

Sejumlah nama sudah mulai mencuat, bahkan sekelebat spanduk dan poster sudah ramai menghiasi tempat-tempat umum. Meskipun begitu, hanya beberapa nama saja yang dinilai serius dalam menantang Pemilihan Gubernur 2020 di Sumbar.

Ada empat nama yang akan bersaing ketat pada Pilgub nanti yakni Mulyadi dan Mahyeldi. Selain itu, juga ada nama Nasrul Abit dan Fakhrizal , empat nama ini dianggap penantang serius pemilihan gubernur Sumbar 2020 mendatang.

baca juga: Nasrul Abit: Berdamai dengan Corona Tanpa Menghilangkan Protokol Kesehatan

Pengamat Politik yang juga Peneliti pada Spektrum Politika Andri Rusta menilai Nasrul Abit (NA) memiliki suara yang banyak. Sebab dia punya basis pemilih di Pesisir Selatan. Basisnya sangat solid, seperti pada pileg lalu 100 ribu suara untuk putra asli Pessel. Begitu juga dengan Mahyeldi Ansharullah punya basis di Kota Padang.

Namun yang dikhawatirkan, NA tidak dapat partai karena ada sinyal-sinyal menyebutkan dia dibuang Gerindra makin kuat. Kemudian, kalaupun NA dapat partai, kemungkinan dari Golkar. NA basisnya Pesisir Selatan,

baca juga: Wagub Sumbar Cegat Kendaraan di Perbatasan Sumbar - Riau

Artinya, NA punya basis masa yang cukup signifikan, namun begitu tidak cukup hanya Pessel saja. Sama halnya seperti Mahyeldi Ansharullah yang memiliki basis masa di Padang, tapi itupun pasti akan pecah juga karena banyak calon yang begerilya di Padang.

"Kemungkinan bisa sana NA dapat dari Golkar, atau bisa juga dengan PPP," katanya, Kamis, 9 Januari 2020.

baca juga: Melalui Video Conference, Ini yang Dibahas Mahyeldi dan Sandiaga Uno

Apalagi kalau Mulyadi memang jadi merapat ke Gerindra, menurutnya dia punya gerbong yang besar yakni koalisi Gerindra dan Demokrat ditambah dengan partai lainnya. Meskipun demikian, semuanya akan ditentukan oleh wakil nantinya, apakah wakil bisa menarik suara atau tidak.

"Kalau Mulyadi memilih wakil yang tidak berpotensi menambah suara, maka surveinya tidak akan menunjukkan hasil. Kemungkinan Mulyadi dengan Andriana, namun isu yang berkembang komunikasi dengan Shadiq Pasadigoe juga kuat berkembang isunya. Kemungkinan ada dua nama ini," katanya.

Untuk Fakhrizal sudah dipastikan dengan Genius Umar, jika memenuhi syarat. Analisanya, jika Ali Mukhni gagal maju di Pilgub nanti maka ada kemungkinan Fakhrizal dan genius akan mendapatkan suara yang signifikan. Namun kalau Ali Mukhni jadi maju, otomatis suara di Pariaman akan pecah.

Sementara itu, untuk partai PKS harus koalisi dan secara emosional PKS sangat dekat PAN, opsinya Mahyeldi dengan Ali Mukhni atau Ali Mukhni dengan Riza Pahlevi. Dia juga menilai PKS tidak jadi mencalonkan Mahyeldi, karena ada isu-isu yang berkembang PKS tidak akan mencalonkan Mahyeldi karena takut kehilangan Kota Padang.

Selanjutnya, jika Riza Pahlevi maju, ada kemungkinan suara Limapuluh Kota, Payakumbuh dan Bukittinggi pecah untuk Mulyadi , jika tidak jadi maju maka suara akan diperoleh oleh Mulyadi . Artinya, Mulyadi tidak punya penantang di Dapil basisnya.

Sementara itu, Direktur eksekutif Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF) Riset & Konsultan Edo Andrefson mengatakan, akan ada tiga pasang untuk Pilgub 2020 . Mahyeldi atau Riza Pahlevi karena masih menggantung dua nama ini, kemudian Mulyadi , Nasrul Abit , dan kalau independen lengkap berkas syaratnya Fakhrizal dan Genius Umar.

Terkait potensi calon wakil gubernur dia mengatakan, untuk pasangan masing-masing, Mahyeldi besar kemungkinan akan mengambil empat nama untuk wakilnya yakni Ali Mukhni, Shadiq Pasadigoe, atau Syamsu Rahim, dan Zul Elfian.

Dari nama tersebut, Shadiq Pasadigoe atau Syamsu rahim dianggap perpaduan yang pas, karena dari kewilayahan Syamsu Rahim luas (Solok Raya).

"Suara cukup banyak di Solok Raya ini. Nasrul Abit punya peluang meraup suara Solok Raya karena punya Pessel punya ikatan kuat dengan Solok Raya, terutama Solok Selatan," tukasnya.

Penulis: Joni Abdul Kasir | Editor: Rezka Delpiera