Dicurigai Tak Netral Sejak Pilpres, OTT Wahyu Semakin Merusak Kredibilitas KPU

Pengamat Politik dan komunikasi dari Unand Najmuddin M Rasul
Pengamat Politik dan komunikasi dari Unand Najmuddin M Rasul (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengamat Politik dan komunikasi dari Unand Najmuddin M Rasul mengatakan, kecurigaan masyarakat terhadap kinerja dan kredibilitas KPU sudah berlangsung sejak Pilpres 2019.

Kini, kasus OTT Komisioner KPU Pusat Wahyu Setiawan semakin menambah ketidakpercayaan publik terhadap penyelenggara pesta demokrasi ini.

" OTT Wahyu ini jelas merusak kredibilitas KPU . Apalagi rentetan ketidakpercayaan sudah berlangsung sejak memanasnya Pilpres 2019," ujarnya kepada KLIKPOSITIF , Sabtu, 11 Januari 2020.

Baca Juga

Menurutnya kecurigaan masyarakat selama ini terhadap kinerja KPU yang kurang netral semakin kuat. Apalagi, KPU komisioner KPU sebagai penyelenggara dibiayai oleh negara dalam jumlah besar.

KPU , Lanjut Najmuddin, seharusnya berfungsi sebagai wasit yang netral. Terlebih, komisioner KPU termasuk orang pilihan dengan beberapa tahapan seleksi seharusnya mencerminkan sikap yang anti korupsi.

"Ini malah sebaliknya. Catatan saya niat baiknya (Wahyu) sebagai petugas negara kurang, kemuliaan imannya juga lemah dan secara lembaga pengelolaan KPU kurang memperhatikan good governance," ulasnya.

Selain itu, tambahnya, "Sekarang khusus wahyu, apakah dia akan berkata jujur ke penyidik KPK? Apakah mau menjadi tumbal? Apakah mengungkapkan keterlibatan Sekjen PDIP?," tukas Najmuddin. (*)

Baca Juga

Penulis: Joni Abdul Kasir