Komisioner KPU RI Akui OTT Wahyu Kikis Kepercayaan Publik

Louncing pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2020 di Gor Haji Agus Salim, Minggu, 12 Januari 2020
Louncing pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2020 di Gor Haji Agus Salim, Minggu, 12 Januari 2020 (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tantowi mengakui, OTT Wahyu Setiawan akan berdampak pada KPU seluruh Indonesia. Akibatnya masyarakat akan sulit menerima, dan percaya terhadap KPU.

"Peristiwa ini betul-betul mencoreng institusi KPU. Namun saya pastikan, kami semua di internal KPU tidak terlibat sedikitpun dengan kasus suap yang menimpa salah satu anggota KPU," ungkapnya saat launching pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar 2020 di Padang, Minggu, 12 Januari 2020.

Dia menjelaskan, partai yang bersangkutan memang berkali-kali meminta agar proses PAW dilakukan, namun berkali-kali juga KPU tidak mengambilkannya. "KPU tidak pernah menerima dan mengabulkan proses PAW tersebut, bahkan OTT nya terjadi setelah pleno KPU," katanya.

Baca Juga

Disampaikannya lagi, tidak dapat dipungkiri bahwa kasus ini akan memberikan dampak bagi seluruh KPU yang ada di Indonesia. Namun begitu, KPU akan tetap berkomitmen melaksanakan Pemilu 2020 dengan jujur, adil, transparan.

"Mari kita bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi ini baik mungkin," katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik dan komunikasi dari Unand Najmuddin M Rasul menilai, kecurigaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja dan kredibilitas KPU semakin bertambah, dengan kasus OTT Komisioner KPU Pusat Wahyu Setiawan.

"Kecurigaan masyarakat terhadap KPU berlangsung sejak pilpres 2019 lalu, kredibilitas kpu juga mulai dipertanyakan, apalagi sejak komisioner KPU pusat OTT kemarin," ungkapnya.

Ditambah dengan sejumlah rentetan persoalan yang terjadi, dan memanasnya pelaksanaan pilpres 2019.

"Kasus itu juga membuat kecurigaan masyarakat selama ini terhadap kinerja KPU yang kurang netral semakin kuat," sambungnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir