Tuntut Transparansi Keuangan, Bidan dan Perawat RSUD M. Natsir Solok Unjuk Rasa

Perawat dan Bidan RSUD M. Natsir berkumpul di depan lobi Rumah menyampaikan tuntutannya
Perawat dan Bidan RSUD M. Natsir berkumpul di depan lobi Rumah menyampaikan tuntutannya (Klikpositif)

SOLOK KOTA,KLIKPOSITIF--Ratusan perawat dan bidan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Natsir Solok, Sumatra Barat menggelar aksi unjuk rasa, Senin (13/1). Dalam aksi damai tersebut, mereka menuntut keterbukaan pihak manajemen soal keuangan.

Pantauan Klikpositif, ratusan bidan dan perawat menggelar aksi dengan berkumpul di depan rumah sakit. Sejumlah tuntutan disampaikan melalui tulisan di secarik kertas. Dalam tuntutannya, pegawai meminta pihak manajemen untuk terbuka soal keuangan. Mulai dari klaim terhadap BPJS, pembagian jasa pelayanan yang diberikan hingga soal remunerasi.

"Kembalikan hak-hak perawat dan bidan," ungkap para perawat dan bidan melalui tulisan yang dibubuhkan di atas kertas HVS.

Baca Juga

Menurut perwakilan perawat, pihaknya mencurigai adanya ketidaksesuaian soal pembagian jasa pelayanan yang terus menurun dari waktu ke waktu oleh pihak manajemen rumah sakit pelat merah tersebut.

"Sampai Maret 2019, masih aman. Perawat dan bidan menerima uang pembagian jasa pelayanan sesuai standar," terang salah seorang Bidan PNS yang meminta tak dituliskan namanya.

Menurutnya, untuk April 2019, uang pembagian pelayanan jasa pelayanan dan lainnya menurun drastis, rata-rata turun sekitar 1 jutaan. Hal serupa juga terjadi bulan berikutnya,

"Di Maret 2019, saya menerima sekitar Rp.3,3 juta, bukan April turun menjadi Rp.2,1 juta Dan dibulan Mei saya hanya menerima Rp.1,1 juta, ada apa ini, kami butuh kejelasan," terangnya.

Bahkan sekitar Oktober 2019, katanya lagi, bidan dan perawat juga sudah melakukan aksi serupa, namun tidak digubris pihak manajemen rumah sakit.

Kepala RSUD Mohammad Natsir, Basyir Busnia mengatakan, pihaknya akan mengklarifikasi soal tuntutan yang disampaikan oleh perawat dan bidan RSUD M. Natsir. "Pihak manajemen terbuka soal keuangan rumah sakit, ini hanya perbedaan persepsi saja. Nanti akan kita jelaskan pada seluruh perawat dan bidan, mereka bisa hitung sendiri," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, perawat dan bidan masih berkumpul di lobi rumah sakit dan terlihat enggan melakukan pertemuan dengan manajemen rumah sakit yang rencananya digelar di ruang pertemuan Pusako.

Penulis: Syafriadi | Editor: Ramadhani