Belasan Nasabah Tertipu Developer Perumahan di Padang

Nasabah Developer Perumahan PT. Makna Karya Nusa di Mapolresta Padang
Nasabah Developer Perumahan PT. Makna Karya Nusa di Mapolresta Padang (Klikpositif/Haikal)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Merasa tertipu oleh developer perumahan , belasan nasabah memenuhi panggilan penyidik Polresta Padang . Pasalnya rumah yang dijanjikan developer tidak kunjung selesai, padahal sudah menyetorkan sejumlah uang.

Dari informasi yang dihimpun, pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan seorang nasabah Ahmad Taufik dengan Laporan Polisi nomor : LP/734/K/X/2019 SPKT Unit II tanggal 16 Oktober 2019 lalu. Developer tersebut dipimpin oleh Jayusman dengan PT. Makna Karya Nusa dengan kantor sering berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Salah seorang nasabah, Julia (37) mengatakan, sudah menyetorkan uang dengan total Rp46 juta, dengan rincian Rp36 juta untuk uang muka dan Rp10 juta untuk pajak sekaligus untuk pengurusan sertifikat. Uang tersebut disetorkan sejak Mei 2017 lalu.

Baca Juga

Alasannya melaporkan, karena tidak ada kejelasan kapan rumah akan selesai dan segera ditempati. Julia menambahkan, pada bulan September 2019 lalu, Jayusman menjanjikan rumah akan selesai pada bulan Desember.

"Saat dihubungi kembali sudah bergeser ke Januari tahun ini. Sekarang sudah bulan Februari lagi janjinya," katanya di Mapolresta Padang , Senin 13 Januari 2020. Selain itu, ada juga transaksi satu unit rumah dijual ke dua orang.

Menurut Julia, ada 60 lebih nasabah yang tertipu, namun yang ingin melaporkan untuk diproses secara hukum hanya 16 orang. Berbeda dengan Julia, Rosnimar (36) dan suaminya Warsito (38), rumah yang dibeli kepada Jayusman sudah sempat berdiri, namun dirobohkan kembali.

"Sudah pernah dilihat langsung rumahnya bersama dia (Jayusman). Namun beberapa waktu kemudian dirobohkan kembali karena belum ada penyelesaian dengan pemilik tanah," kata Rosnimar didampingi suaminya.

Rosnimar sudah menyetorkan uang sebesar Rp70 juta dengan beberapa kali tahapan. Ia dan nasabah lainnya berharap, ada itikad baik dari developer untuk menyelesaikan, jika tidak uang yang disetor harus kembali.

Kuasa Hukum dari nasabah, Muhammad Tito mengatakan, awalnya korban penipuan tersebut melapor ke kantor sebanyak 11 nasabah. Kemudian ditambah lagi 4 nasabah.

Ia menyatakan, sudah dapat celah adanya unsur penggelapan dan penipuan yang dilakukan developer. "Yaitu 1 objek yang dijual kepada 2 orang pembeli, jadi disana menurut penyidik, disana diduga ada penggelapan atau penipuan dan kecurangan," katanya.

"Saat ini ada 16 nasabah yang menjadi klien kami, dari semula 18 orang. Jumlah setoran masing-masing klien berbeda, yang jelas puluhan juta rupiah," pungkasnya kemudian.(*)

Baca Juga

Penulis: Muhammad Haikal

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com