Ini 10 Penyakit Dominan di RSUD Pariaman di 2019

Direktur RSUD Pariaman
Direktur RSUD Pariaman (ist)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Sepanjang 2019, penyakit radang paru-paru merupakan kasus terbanyak yang ditangani oleh RSUD Kota Pariaman , Sumatera Barat, diantara 10 penyakit yang mendominasi di tahun tersebut.

Perihal itu dikatakan oleh Direktur RSUD tersebut, Indria Velutina. "Sepanjang 2019 pasien pneumenia atau penyakit radang paru-paru mendominasi dibandingkan penyakit lainnya. Jumlahnya pasiennya mencapai 309 orang," kata Indria, Selasa 14 Januari 2019

baca juga: Hasil Swab, Satu Pasien Positif COVID-19 Bertambah di Lima Puluh Kota

Lebih lanjut Indria mengutarakan, sepuluh penyakit yang mendominasi sepanjang 2019 adalah, Pneumonia, Neonatus Lahir SC, GEA, BP, NSTEMI, DHF, Sindrom Gawat Napas, CKR, Stroke Infark dan UAP.

"Diantaranya yang tertinggi itu pneumonia," kata Direktur RSUD Pariaman itu. Ia mengatakan penderita pneumonia yang ditangani oleh pihaknya tersebut didominasi oleh anak-anak.

baca juga: Bayi Baru Berusia 3 Minggu, Kok ASI yang Keluar Makin Sedikit?

"Setidaknya 283 pasien yang terdiri dari 185 laki-laki dan 98 perempuan berhasil diobati serta 26 pasien meninggal dunia rincian 23 laki-laki dan tiga perempuan," jelas dia.

Dikatakannya juga, penyakit radang paru-paru tersebut disebabkan oleh bakteri pneumenia karena faktor lingkungan yang kurang sehat. "Selain pneumenia, lanjutnya ada sejumlah penyakit lainnya yang mendominasi yaitu noenatus lahir sectio caesarea atau atau melahirkan dengan operasi yang mencapai 205 pasien," sebut Indria.

baca juga: WHO Ultimatum Indonesia: Setop Beri Klorokuin ke Pasien Corona

Dijelaskannya, pasien tersebut tidak saja berasal dari Kota Pariaman namun juga Kabupaten Padang Pariaman , Agam, dan Pasaman Barat. Ia menyebutkan pada 2019 jumlah pasien rawat inap di RSUD Pariaman mencapai 8.919 orang dan jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 8.227 orang.

Sedangkan jumlah pasien kunjungan rawat jalan RSUD Pariaman pada 2019 mencapai 104.971 orang yang jumlah tersebut turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 113.714 orang.

baca juga: Hasil Otopsi Mayat Buktikan Covid-19 Tak Cuma Serang Pernapasan

Penulis: Ramadhani | Editor: Haswandi