Pemko Payakumbuh

Lurah di Payakumbuh Diminta untuk Mendata Pengangguran di Wilayahnya

Sosialisasi vokasi magang ke Jepang dan Pemagangan Perhotelan di Payakumbuh.
Sosialisasi vokasi magang ke Jepang dan Pemagangan Perhotelan di Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Lurah di Payakumbuh diminta untuk memiliki memiliki identitas lengkap seluruh penganggur di wilayahnya masing-masing.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Wal Asri menyebut, tersedianya data pengangguran di tingkat kelurahan akan mempermudah pihaknya dalam menentukan pola dalam menekan angka pengangguran

"Angka pengangguran terbuka kita itu ada 2.580 yang tersebar di 40 kelurahan. Jika setiap kelurahan dapat menjaring 10 persen saja, berapa angka penganggur yang dapat kita tekan," kata Wal Asri pada kegiatan sosialisasi vokasi magang ke Jepang dan Pemagangan Perhotelan yang dilaksanakan oleh Pemko Payakumbuh, Selasa (14/1).

Baca Juga

Dikatakannya, setiap penganggur memiliki sasaran pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan keahliannya masing-masing.

"Jadi pola dan pelatihan yang kita lakukan juga berbeda-beda," terang Wal Asri.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi Sumatera Barat, Nasrizal yang ikut hadir pada kegiatan itu mengungkapkan hal sama.

"Kalau berbicara angka miskin datanya jelas. Sedangkan kalau penganggur kita harus melakukan temu kenali atau identifikasi," katanya.

Ia menyebutkan setelah melakukan identifikasi, pihak kelurahan harus membuat peta perencanaan pelatihan yang dapat dan sesuai untuk dilaksanakan.

"Lurah merupakan bagian pemerintah daerah yang langsung bersinggungan atau yang harus paling dekat dengan masyarakat. Karena itu lurah harus aktif melakukan identifikasi," ujarnya.

Selain lurah, seluruh Kepala SMK harus menjaga komunikasi yang baik dengan Disnaker kabupaten/kota sehingga siswa SMK yang lulus dapat langsung disiapkan masuk ke dunia kerja.

"Jangan mentang-mentang sudah di bawah provinsi, hubungan baik dengan pemerintah kabupaten dan kota tidak dijaga," sebutnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Haswandi