Cerita Korban Penipuan Developer Perumahan di Padang, Jual Gelang dan Kalung Emas Buat Uang Muka

Korban Penipuan Developer Perumahan di Mapolresta Padang
Korban Penipuan Developer Perumahan di Mapolresta Padang (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Silvia ZM, merupakan salah satu korban penipuan developer perumahan PT. Makna Karya Nusa. Kepada Klikpositif ia mengatakan, harus menunda keinginan untuk memiliki rumah sendiri. Sebab, rumah yang dibeli kepada developer perumahan di Jalan Apel di Kawasan Belimbing, Padang tak kunjung selesai.

Silvia menceritakan, keinginan untuk memiliki rumah hadir sejak anak pertamanya lahir tiga tahun yang lalu. Ia dan suaminya mencari informasi tentang developer rumah bersubsidi.

Saat itu ada lima developer rumah bersubsidi yang telah disurvei, kemudian ada track record perusahaan ini bagus di tahap sebelumnya, dan melihat sendiri ada bukti yang telah dibangun dan ditempati, maka ia segera menghubungi Pak Jayusman.

Baca Juga

"Dari rumah yang telah ditempati di tahap pertama itu, kami melihat tidak ada yang mencurigakan, bahkan penghuni rumah tidak ada mengatakan yang ganjil. Hal itu semakin menguatkan kami untuk membeli kepadanya," katanya kepada Klikpositif, Selasa 14 Januari 2020.

Hal yang semakin menguatkan tidak akan tertipu juga ditambah dengan Jayusman mempersilahkan untuk datang ke rumahnya. "Biasanya kan kalau mau menipu mana mau ada yang menyuruh kerumahnya. Itu membuat kami semakin yakin untuk membeli," katanya lagi.

Silvia telah menyetorkan uang muka sebesar Rp20 juta dari yang seharusnya sebesar Rp35 juta, dengan perjanjian apabila rumah sudah bisa ditempati akan dilunasi sisanya. Semua itu belum termasuk listrik dan air. "Uang muka disetor pada Mei 2017 lalu di Pos Pemasaran dekat rumah yang akan dibangun. Sementara harga rumah tersebut Rp114 juta," ujarnya.

Silvia menambahkan, setiap bulan ia selalu mengecek perkembangan rumah yang ia beli. Namun sudah hampir setahun hanya terus dijanjikan akan selesai.

Sekarang, ia dan rekan-rekannya hanya berharap uang itu kembali, dan mengurungkan niatnya untuk sementara waktu memiliki rumah sendiri. "Uang sebesar itu sangat besar bagi kami, apalagi saya dan suami masih berstatus honorer. Itu merupakan hasil dari penjualan kalung dan gelang emas," tuturnya.

Silvia dan belasan korban lainnya membuat satu grup WhatsApp untuk menjalin komunikasi serta untuk mengetahui perkembangan terbaru dari kasus penipuan developer tersebut.(*)

Penulis: Muhammad Haikal | Editor: Haswandi