Pembangunan Pasa Ateh Bukittinggi Selesai, Begini Penampakannya

Wajah baru Pasa Ateh Bukittinggi
Wajah baru Pasa Ateh Bukittinggi (Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Kementrian PU PR selesai membangun gedung Pasa Ateh Bukittinggi. Dalam kontraknya, bangunan ini rampung akhir 2019 lalu.

Hasilnya, berdiri bangunan kokoh seluas 3,9 hektare. Gedung megah ini bertingkat 4 dengan ketinggian 18,4 meter. Lantai paling bawah atau basement dijadikan parkir dan cukup menampung ratusan kendaraan roda dua. Sementara lantai lainnya diperuntukkan bagi para pedagang sebanyak 800 toko.

KLIKPOSITIF diajak Kabid Pengelolaaan Pasar dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi Herman untuk mengelilingi bangunan senilai 292 miliar rupiah tersebut.

Baca Juga

Luasnya bangunan, membutuhkan waktu sedikitnya 30 menit untuk mengitarinya.

"Konsepnya modern, green building. Benar-benar mewah," sebut Herman, Rabu 15 Januari 2020.

Bagian dinding luar, dilapisi material aluminium composite nan mentereng, sementara di dalam, terbungkus granit kokoh.

"Di tiap lantai, dilengkapi lift termasuk lift barang. Karena konsepnya green building, tentu tak ada AC. Sebagai gantinya ada blower untuk penyejuk ruangan,"jelas Herman.

Fasilitas lainnya, kata Herman, berupa Mesin IPAL pengolah limbah, genset, pompa hydrant, trafo, ruang panel, ruang kontrol, tangga darurat dan lighting mumpuni.

"Pintu masuk ada 6, di tiap lantai ada toilet, kita juga sediakan toilet bagi difabel, tak ada toko yang tak hidup nantinya," katanya.

Pantauan KLIKPOSITIF , Pasa Ateh yang baru ini memang sangat megah, jauh berbeda dari sebelumnya yang sangat minim fasilitas. Ukuran petak tiap toko adalah 3 x 3 meter, ditata sedemikian rupa sehingga tampak sangat apik dipandang.

Sementara, tangga-tangganya dibuat melingkar dan seirama dari atas ke bawah, para pedagang maupun pembeli sepertinya bakal betah di dalam.

Di lantai 1 atau di pintu masuk utama, bagian lobinya tampak seperti lobi hotel berbintang. Secara keseluruhan, Pasa Ateh yang baru ini tak ubahnya seperti apartemen mewah.

Seperti diketahui, Pasa Ateh terbakar pada 30 Oktober 2017. Kejadian ini membuat Pemko Bukittinggi mengambil keputusan untuk meruntuhkan bangunan Pasa Ateh karena dinilai tak aman ditempati lagi. Sebagai gantinya, Pemko membangun pasar penampungan untuk pedagang.

Lalu, pada Senin 22 Oktober 2018, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias melakukan peletakan batu pertama pembangunan ulang Pasa Ateh hingga selesai pada akhir 2019 silam. (*)

Baca Juga

Editor: Haswandi

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com