TNI: Kapal Cina Sudah Menjauh dari Natuna

Kapal Cina di perairan Natuna
Kapal Cina di perairan Natuna (net)
KLIKPOSITIF -

Kapal-kapal Cina di perairan Natuna disebut sudah tak lagi terlihat dalam radar Automatic Identification System (AIS). Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono mengatakan, kapal-kapal milik Cina sudah tidak terlihat di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia.

Menurut Yudo, kapal-kapal Cina itu sudah berada di luar garis batas ZEE Indonesia. "Sudah (tidak ada). Sudah 400 mil di luar garis batas ZEE. Sudah sampai di sana. Sudah tak terpantau lagi di AIS," kata Yudo di Kabupaten Natuna, Kepulauan Natuna dilansir dari Suara.com.

Yudo menuturkan tidak ada kapal Cina yang tersisa di ZEE Indonesia. Ia mengklaim kalau dilihat dari jarak, kapal-kapal ikan itu sudah kembali ke daerahnya yakni Cina. "Kalau dari sini ke ZEE kan 200 mil. Ini kan sudah 400 mil, berarti sudah di daerah Cina sana," katanya.

Baca Juga

Meskipun kapal-kapal itu terpantau sudah meninggalkan ZEE Indonesia, pihaknya akan tetap berjaga-jaga di wilayah tersebut. Ia menyatakan, langkah seperti itu sejatinya biasa dilakukan sepanjang tahun.

"Patroli tetap," ucap dia.

Kapal-kapal milik Cina diketahui masuk ke wilayah perairan Natuna. Berdasarkan aturan, kapal-kapal Cina tidak berhak masuk karena daerah itu termasuk ke dalam ZEE Indonesia. Kapal-kapal pencari ikan milik Cina itu bahkan mendapatkan pengawalan oleh kapal penjaga (Coast Guard) Cina. Pihak Indonesia sempat mengusir kapal-kapal tersebut namun mereka menganggap tidak melanggar aturan karena perairan Natuna juga masuk ke wilayahnya.

Padahal, Laut Natuna hingga 200 mil laut lepas pantai ke arah utara secara radial merupakan wilayah zone ekonomi eksklusif Indonesia yang diakui UNCLOS 1982 secara internasional dan ditabalkan melalui UU NOmor 5/1983 tentang ZEE Indonesia.

Setelah mengklaim sepihak hampir seluruh wilayah Laut Natuna Utara melalui Sembilan Garis Putus-putus yang tidak pernah diketahui koordinat persisnya, Cina menyatakan Laut Natuna masuk sebagai teritorial negaranya.

Klaim Cina yang bertabrakan dengan kepentingan empat negara ASEAN ini (Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Vietnam) ini hanya didasarkan pada "fakta historis" menurut mereka bahwa Laut Natuna Utara adalah arena penangkapan ikan nenek moyang mereka sejak jaman dulu. Pada sisi lain, Cina selalu menghindari untuk menyelesaikan perselisihan perairan ini dengan ASEAN melainkan secara bilateral dengan keempat negara yang mengajukan klaim.

Editor: Ramadhani