Kunjungi Lokasi Banjir Padang Laweh, Nasrul Abit Minta Daerah Anggarkan Dana Penelitian Bencana

Wagub Sumbar Nasrul Abit meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu, 18 Januari 2020.
Wagub Sumbar Nasrul Abit meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu, 18 Januari 2020. (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta kepada Bupati Walikota di Sumbar memiliki anggaran untuk melakukan penelitian dalam mencegah atau mengurangi dampak bencana alam, terutama banjir bandang dan longsor.

Penelitian dengan melibatkan pakar yang ada di perguruan tinggi sehingga bisa diketahui penyebab dan solusinya, kemudian apa yang akan dilakukan. Pasalnya banjir dan longsor langganan tiap tahun, apalagi potensi bencana itu hampir ada di setiap daerah di Sumbar.

Hal tersebut disampaikannya usai meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu, 18 Januari 2020.

Baca Juga

Menurut Nasrul Abit, para pakar bencana banyak di perguruan tinggi di Sumbar. Tinggal bagaimana cara bekerjasama dengan pihak-pihak tersebut.

"Dari penelitian-penelitian tersebut nanti tentu akan ada hasilnya, setelah itu Bupati Walikota tinggal untuk menyikapinya, namun jika tetap terjadi tentunya akan mengurangi dampak, terutama jangan ada sampai korban jiwa," sebutnya.

Selain hal tersebut diatas, Wagub menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama yang tinggal disekitar daerah rawan bencana untuk tetap waspada. Jika ada tanda-tanda akan terjadi bencana agar segera menyelamatkan diri.

Hal teresebut sudah ditindaklanjuti oleh Pemprov Sumbar dengan penetapkan status siaga tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor, yang ditetapkan melalui surat keptusan Gubernur nomor 360-975-2019 tertanggal 22 Desember 2019.

Dalam SK tersebut disampaikan bahwa penetapan siaga dan tanggap darurat mulai 20 Desember 2019 hingga 28 Februari 2020. Dimana penetapan tersebut berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, yang menginformasikan bahwa wilayah sumbar akan dilanda hujan dengan intensitas cukup tinggi hingga akhir Februari 2020.

"Kami sangat berharap kepada seluruh masyarakat Sumbar, agar hal ini menjadi perhatian," tutup Nasrul Abit. (*)

Video

Dramatis, Personel BPBD Solok Lewati Sungai dengan Seutas Tali

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Joni Abdul Kasir