Verifikasi Faktual Syarat Dukungan Bakal Calon Perseorangan Bisa Melalui Video Call

Anggota KPU Sumbar Izwaryani dan Gebriel Daulay
Anggota KPU Sumbar Izwaryani dan Gebriel Daulay (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Anggota KPU Sumbar Izwaryani menjelang, syarat dukungan bakal calon kepala daerah dari jalur perseorangan melalui beberapa tahapan. Mulai dari syarat administrasi hingga verifikasi faktual dengan cara mendatangi langsung pendukung yang menyatakan dukungan.

"Nanti petugas akan mendatangi langsung orang yang menyatakan dukungan. Atau, bisa dengan mengumpulkan orang yang menyatakan dukungan disuatu tempat melalui kesepakatan dengan bakal calon untuk kepentingan verifikasi," jelasnya, Senin, 20 Januari 2020.

Selain itu, lanjutnya, orang yang menyatakan dukungan bisa langsung datang ke kantor panitia pemungutan suara (PPS) yang menjadi petugas verifikasi faktual di lapangan.

Baca Juga

Namun, jika pendukung ada halangan seperti sakit, atau sedang berada diluar kota seperti umroh dan lain sebagainya bisa dengan cara video call. Akan tetapi harus melalui beberapa persyaratan seperti adanya surat keterangan sakit dari rumah sakit, begitu juga dengan yang berada diluar kota harus ada pernyataan yang menyatakan.

"Bila cara ini tidak dapat dilakukan alias pendukung tidak ditemukan, maka persyaratan dinyatakan gugur atau tidak memenuhi syarat dukungan," ulasnya.

Disampaikannya KPU Sumbar akan melibatkan 100 petugas untuk memverifikasi pernyataan dukungan bakal calon gubernur jalur perseorangan.

"Kita ambil dari panitia pemungutan suara (PPS). Jika nanti jumlah ini dirasa kurang, maka akan kami rekrut lagi sesuai kebutuhan," ujarnya.

Saat ini pasangan Fakhrizal-Genius Umar yang telah menyatakan niat sebagai calon perseorangan.

Dia menyampaikan, sesuai prosedur calon perseorangan terlebih dahulu melengkapi syarat administrasi. Jika memenuhi syarat administrasi kemudian dilanjutkan dengan verifikasi faktual oleh petugas di lapangan.

"Untuk penyerahan persyaratan di tingkat KPU Sumbar untuk bakal calon gubernur dan wakil dari tanggal 16 hingga 20 Februari, dan untuk bakal calon pasangan walikota dan wakil serta bupati dan wakil dari tanggal 19 hingga 23 Februari 2020," jelasnya.

Jumlah dukungan untuk bakal calon gubernur dan wakil sebanyak 316.051 dukungan, tapi kemungkinan nanti akan digenapkan jadi 400 ribu tersebar di 10 kabupaten dan kota. Jika pada saat verifikasi, jika ada yang tidak masuk maka ada dukungan penggantinya.

"Sesuai aturan jumlah itu sesuai daftar pemilih tetap (DPT), karena Sumbar DPT kita berkisar 2 juta sampai 6 juta maka angkanya 8,5 persen dari jumlah DPT. Maka dapatlah angka 316.051. Sementara untuk kabupaten dan kota berbeda pula," ulasnya.

Data KPU Sumbar, telah ada delapan pasangan bakal calon perseorangan yang menyatakan niat maju. Selanjutnya mereka akan mengambil pasword Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

"Sekarang ada 8 calon perseorangan yang sudah menyerahkan mandat ke KPU dan mengambil password Silon. Kabarnya masih ada lagi yang akan mengambil password Silon ke KPU," ulasnya.

Dari 8 bakal calon jalur perseorangan tersebut, satu diantaranya untuk bakal calon gubernur dan wakil gubernur yakni Fakhrizal - Genius Umar. Sementara itu, dari Bukittinggi M Ramlan Nurmatias dan Shahrizal Dt Palang gagah, limapuluh Kota ada dua pasang Ferizal Ridwan dan Nurkhalis, dan Maskar M Dt Pobo dan Masril.

Lalu dari Kabupaten Agam Mishar dan Syamsul Bahri kabarnya ada calon yang akan memasukkan lagi, Pasaman Barat Agus Susanto dan Rommy Candra, Kabupaten Solok Hendra Saputra dan Mahtuzil Rahmat, dan Sijunjung Endre Syaiful dan Hasnul Hadi. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir