Geram, Wako Payakumbuh Pimpin Penyegelan Terhadap 5 Kafe Terindikasi Maksiat

Wako Payakumbuh, Riza Falepi melakukan penyegelan terhadap lima kafe yang terindakasi sebagai tempat maksiat.
Wako Payakumbuh, Riza Falepi melakukan penyegelan terhadap lima kafe yang terindakasi sebagai tempat maksiat. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF- Geram dengan informasi terkait adanya kafe di Kota Payakumbuh yang digunakan sebagai tempat maksiat, Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi memimpin langsung penyegelan terhadap lima kafe di daerah yang dipimpinnya tersebut, Senin (20/1). Lima kafe yang disegel itu adalah, Tambak Indah, Emstu, Beranda, Wiratama, dan Kalam Sanjo.

Riza Falepi melakukan penyegelan bersama Tim 7 Penegak Perda Payakumbuh. Selain terindikasi dijadikan tempat maksiat, kafe yang disegel juga ada yang izin beroperasinya telah habis atau kafe yang masih beroperasi melewati waktu yang diizinkan.

Penyegelan merupakan tindak lanjut dari razia yang dilakukan Riza Falepi bersama Satpol PP Payakumbuh, Minggu (19/1) dini hari lalu.

Baca Juga

"Hari ini kita melakukan penertiban terhadap cafe yang tidak memiliki izin dan kerap beroperasi melebihi jam yang diizinkan. Menurut laporan kepada kami, kafe tersebut kerap meresahkan masyarakat dengan," sebut Riza Falepi.

Riza juga menambahkan, alasan penyegelan dilakukan karena saat razia, dirinya melihat dan menemukan di dalam cafe tersebut ada hal-hal yang tidak pantas, hal ini membuat Riza geram.

"Karena kemarin, kita melihat hal-hal yang tidak pantas, yang tidak usah saya sebutlah. Kalau ada tempat hiburan, cukup beroperasi sampai jam dua belas, kita tidak menghambat orang mau berusaha, tapi ya harus sesuai dengan aturan dan kearifan lokal," kata Riza.

Sementara Kepala DPMPTSP Kota Payakumbuh Harmayunis menyebut, lima kafe yang bermasalah itu diantaranya sudah habis masa berlaku izinnya dan atas keinginan warga sekitar yang meminta agar operasionalnya dihentikan.

"Sebenarnya ada yang izinnya masih berlaku, tapi tetap atas instruksi Wali Kota Riza Falepi dan permintaan masyarakat, kelima kafe itu harus kita segel dan ditutup," ujarnya.

Kasatpol PP Payakumbuh Devitra yang mendampingi kegiatan penyegelan tersebut mengatakan, pengelola kafe-kafe yang disegel itu memang sering melalaikan jam operasional yang sudah ditetapkan dalam Perda.

"Apalagi yang memiliki musik karaoke, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar dan meresahkan, selain itu juga ada terindikasi menjual minuman keras," kata Devitra. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Taufik Hidayat