Wabah Pneumonia dari China, Pengamat Kesehatan: Dinkes Sumbar Harus Ekstra Waspada

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - China dihebohkan dengan wabah Pneumonia yang disebabkan virus corona di Kota Wuhan, China Tengah. Untuk mengantisipasi menyebarnya virus melalui manusia itu Kemenkes telah menerbitkan edaran kepada Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit Rujukan, KKP dan BTKL untuk meningkatkan kewaspadaan dan siaga mengahadapi kemungkinan masuknya penyakit ini.

Untuk mengetahui kewaspadaan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Dinkes Sumbar), KLIKPOSITIF mencoba menghubungi kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday pagi tadi (22/1) melalui sambungan telepon, namun belum ada jawaban.

Tidak puas melakukan beberapa kali panggilan tadi pagi, akhirnya sore hingga malam ini KLIKPOSITIF tetap mencoba namun belum ada jawaban. Bahkan beberapa pertanyaan dikirim KLIKPOSITIF melalui pesan WhatsApp belum ada balasan.

Baca Juga

Pengamat hukum kesehatan dari Universitas Eka Sakti Padang, Firdaus Diezo menegaskan, sesuai Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, pemerintah harus memastikan kesehatan masyarakat terutama penyakit menular.

Menurut Diezo, menindaklanjuti edaran tersebut seharusnya Dinkes Sumbar langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Terutama pihak bandara yang menjadi tempat berlalu lalang wisatawan dari China ke Sumbar.

"Thermal scanner di Bandara (BIM) segera diaktifkan untuk memeriksa potensi virus bagi tamu yang datang ke Sumbar," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF .

Apalagi lanjutnya, Kemenkes telah mengatakan sejauh ini belum ada vaksin untuk virus corona di Indonesia. Jadi Kemenkes dan Dinkes harus ekstra untuk memastikan tamu yang datang steril dari wabah tersebut.

"Dalam hal ini Dinkes harus memberikan informasi seluas-luasnya supaya persepsi masyarakat tidak simpang siur. Sebab, hidup sehat terbebas dari penyakit adalah hak setiap orang yang tak boleh dikurangi apapun itu," tegasnya.

Apalagi, Senin depan (27/1) sebanyak 160 orang turis dari China akan datang ke Sumbar. Mereka akan mengunjungi beberapa daerah di Sumbar diantaranya Kota Padang, Bukittinggi, Pariaman dan Tanah Datar.

Hal itu dibenarkan Kabid Pariwisata Tanah Datar Efrison. "Benar ada turis dari China , di Tanah Datar mereka akan melihat Istano Basa Pagaruyung, Pacu Jawi, dan gedung promosi," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF .

Dijelaskannya, turis dari China itu sampai di Padang pada 26 Januari 2020, kemudian melanjutkan perjalanan ke beberapa daerah di Sumbar. Mereka datang melalui biro perjalanan di Padang, Jakarta dan China melalui penerbangan langsung China - Padang.

"Ini positif bagi pariwisata, tapi tentu dengan adanya wabah ini kami berharap Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan sehingga hal ini tidak berpengaruh ke pariwisata," harapnya.

Sementara itu,Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Fendrick Sondra menyebut,thermal scanner sudah terpasang di BIM sejak lama.

"Thermal scanner selalu terpasang di lokasi kedatangan internasional," ujarnya.

Baca Juga

Editor: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com