Unik, Ada Batas Tanah Suku di Dalam Kolam

Batu yang Menjadi Batas Suku
Batu yang Menjadi Batas Suku (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

AGAM, KLIKPOSITIF- Ada yang unik di sekitar kolam dekat Musala Baiturrahman Kayu Rantiangan, Jorong Batabuah Koto Baru, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Agam-Sumbar.

Keunikannya, berupa sebuah batu yang terpancang di dasar kolam. Batu itu mirip nisan, dengan bentuk runcing ke atas, sementara di sekelilingnya berserakan batu-batu kecil. Lokasinya terletak persis di pinggir jalan Alternatif Payakumbuh-Padang atau jalan raya Lasi-Bukik Batabuah.

Pengendara yang singgah, pasti akan melihat batu ini tertanam di dalam kolam dengan jelas, airnya begitu jernih berikut dengan ikan-ikannya.

Baca Juga

"Seperti ada kuburan di dalam kolam, aneh ya,''sebut Gusri, pengendara asal Bukittinggi. Namun itu bukanlah kuburan.

Renti Deswita, warga yang tinggal dekat kolam, mengatakan, batu dengan tinggi sekitar 1 meter itu merupakan batas tanah.

"Itu batas tanah antara Suku Koto dan Suku Sikumbang. Awalnya adalah kayu bercabang atau beranting, karena lapuk diganti dengan batu. Saya dapat cerita dari kakek, entah kapan waktunya, saya tidak tahu, yang jelas sudah dari dulu,''sebutnya, Sabtu 25 Januari 2020.

Batu tersebut tertanam dari dasar hingga ke puncaknya di dalam sebuah kolam berukuran 5x8 meter. Kolam ini mata airnya berasal dari Gunung Marapi sehingga jernih. Air dari kolam ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut pengakuan Renti, air ini aman dikonsumsi langsung dan tak pernah kering kendati musim kemarau.

"Malah musim kemarau itu yang banyak airnya dibanding musim hujan,'' ujarnya.

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi