Tanggap Darurat Galodo Tanah Datar Berakhir, Warga Masih Kesulitan Air Bersih

Rapat pembahasan penanganan pasca masa tanggap darurat di Nagari Padang Laweh Malalo Tanah Datar
Rapat pembahasan penanganan pasca masa tanggap darurat di Nagari Padang Laweh Malalo Tanah Datar (ist)

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF - Masa tanggap darurat bencana banjir bandang (galodo) yang melanda Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar berakhir pada Jumat 24 Januari 2020.

Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma meminta masyarakat untuk selalu waspada terutama yang berada di zona merah.

"Kita berdoa semoga bencana ini tidak terjadi di masa datang dan diharapkan masyarakat yang berada di jalur banjir bandang untuk dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman," ucap Zuldafri di Padang Laweh Malalo, Sabtu 25 Januari 2020.

Baca Juga

Wabup juga menyampaikan ucapan terima kasih terhadap seluruh elemen yang telah bekerja keras dan bekerja sama selama masa tanggap darurat, 18-24 Januari 2020.

"Atas nama pimpinan daerah, Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah terkait dengan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, masyarakat dan relawan terus bekerja sama di masa tanggap darurat," ucap Zuldafri.

Sementara itu, Wali Nagari Padang Laweh Malalo Akhyari meminta normalisasi sungai dan air minum serta air bersih dapat segera diatasi.

"Penyediaan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat, walau di tepi danau, tentu air bersih yang sehat juga sangat diperlukan agar tidak sampai masyarakat juga terdampak penyakit lain," tuturnya.

Ia menyebut masyarakat di daerahnya masih gamang dan risau serta sedang-sedang terhadap potensi bencana alam susulan.

"Terima kasih kepada seluruh petugas dan masyarakat yang telah mendukung padu untuk membantu penanganan bencana ini, tetapi melihat kondisi kami yang masih membutuhkan adalah terhadap bencana susulan," tuturnya.

Sekda Tanah Datar Irwandi menerima saat ini bantuan dana yang diterima di posko bencana sebesar Rp596.050 juta diterima dari BNPB Rp250 juta, BTT Pemprov Sumbar Rp250 juta, Baznas Provinsi Sumbat Rp50 juta dan sumbangan dari masyarakat Rp46.050.500 ,.

"Dana ini akan digunakan sesuai kebutuhan untuk penanganan bencana ini," ucapnya. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Eko Fajri