Gerindra Cari Cagub

Edriana: Sumbar Butuh Pemimpin Baru

Edriana saat menyampaikan visi misi.
Edriana saat menyampaikan visi misi. (dok)

KLIKPOSITIF -- Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Sumbar, Edriana, SH, MA, meyakini dalam suatu pemilihan kepala daerah (Pilkada), yang harus dimiliki adalah seorang calon kepala daerah adalah, tingkat kejutannya.

"Seorang calon kepala daerah jangan sampai ikut arus. Tetapi harus memiliki tingkat kejutan," ungkap Edriana, saat kegiatan penyampaian visi dan misi Bacagub Sumbar yang dilaksanakan Tim Penjaringan Bacagub Sumbar Partai Gerindra, Minggu (26/1) di Kryad Hotel, Padang.

Tingkat kejutan yang dimaksud Edriana adalah, memberikan shock teraphy, menghadirkan sesuatu yang baru bagi masyarakat, sehingga memberikan penilaian bagi masyarakat, bahwasannya calon kepala daerah tersebut, benar-benar layak dan diinginkan oleh masyarakat.

Baca Juga

Apa yang diungkapkan Edriana tersebut berdasarkan pengalamannya, saat menjadi Juru Bicara Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Bahkan, keputusan Ketua Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto waktu itu tergolong memiliki resiko. Mengingat, pasangan ini berdasarkan survey, diawal memiliki elektabilitas yang sangat rendah dibandingkan yang lainnya.

Namun, dengan kejutan-kejutan yang diberikan pasangan ini kepada kaum milenial, berhasil memenangkan Pilkada DKI Jakarta waktu itu. Termasuk saat pemilu kemarin. Partai Gerindra Sumbar juga memiliki semua tingkat kejutan. Termasuk Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar saat ini, Andre Rosiade, yang memiliki kejutan-kejutan terhadap kaum milenial di Sumbar.

Bicara tentang tingkat kejutan ini, Edriana optimis dirinya memiliki kejutan ini, untuk dimunculkan ke depannya. Tidak hanya kejutan dirinya sebagai perempuan yang berani maju di Pilgub Sumbar. Tetapi dirinya juga memiliki kejutan lain untuk kaum milenial di Sumbar.

Aktivis Perempuan itu menilai, selama ini, untuk pemilihan gubernur, masyarakat tidak punya calon yang memiliki nilai kejut. "Calon yang ada, itu ke itu saja orangnya. Padahal, ada 43 persen masyarakat Sumbar yang belum memutuskan untuk memilih. Dengan presentase ini, artinya, masyarakat Sumbar butuh orang yang baru yang mampu dan punya komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kuncinya diterima oleh masyarakat. Diterima, tidak hanya pikiran saja, tetapi secara hati terbuka," terang Director Women Institute ini.

Sebagai perempuan, Edriana menilai, perempuan dalam memimpin tidak hanya pakai isi kepala saja, tetapi juga hati. Edriana menegaskan, dirinya berani maju, karena punya tawaran dan solusi terhadap permasalahan pembangunan di Sumbar. Selain itu, juga menegaskan dirinya masih bersih dan bebas KKN.

"Kita buat sejarah, dengan menciptakan pengalaman di Ranah Bundo Kanduang, bahwa perempuan bisa jadi pemimpin. Selama ini, sejarahnya, karena belum ada perempuan yang maju saja. Saya berani maju, berani menyampaikan dan menyapa masyarakat. Sudah saatnya memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menjadi pemimpin," tegasnya.

Sampaikan Program

Pada kesempatan penyampaian visi dan misi tersebut, di hadapan tim penjaringan Bacagub Sumbar, Edriana bahwa dirinya jika diberi amanah sebagai Gubernur Sumbar, akan fokus pada program pertanian, infrastruktur, UMKM dan pariwisata.

"Kebetulan panelis tim penjaringan yang hadir juga bertanya seputar empat program tersebut. Jadi dalam presentasi visi dan misi saya, sudah lengkap solusinya yang saya tawarkan," ujar Edriana.

Di sektor pertanian, Edriana melihat bagaimana membangun industry pertanian untuk peningkatan ekonomi secara signifikan. Petani ke depan bisa mengelola produk pertanian menjadi industri pertanian. Termasuk juga kaum milenial. Melalui pertanian hidroponic dan holtikultura, banyak hal yang dikembangkan kaum milenial di sektor pertanian, sehingga anak muda tidak lagi meninggalkan kampungnya untuk bekerja.

Di bidang infrastruktur, khusus jalur Padang-Bukittinggi-Payakumbuh jalannya harus diperbesar untuk mengatasi kemacetan. Di Pasar Koto Baru yang selalu mengalami kemacetan harus dibuat fly over. "Titik-titik kunci kemacetan harus diselesaikan," ungkapnya.

Pembangunan di bidang infrastruktur, menurutnya, juga perlu dilaksanakan revitalisasi kereta api yang menjadi angkutan massal untuk mengatasi kemacetan. "Bagaimana kita promosikan pariwisata kalau jalan macet. Jalan bagus tetapi sempit. Wisatawan sangat menghargai waktu untuk menuju suatu tempat. Jadi kemacetan juga jadi masalah di sektor pariwisata. Jadi semuanya terkait," ujarnya.

Edriana juga menawarkan program harus ada balairung adat di setiap nagari yang menjadi pusat aktivitas di nagari. Supaya menjadi tempat musyawarah nagari, tempat anak nagari berkerasi dalam seni dan budaya dan olahraga nagari.

Namun, bagi Edriana, yang tidak terlupakan, agar menjadikan Sumatera Barat ramah perempuan dan anak. Di mana Gubernur Sumbar ke depan, harus serius tegakan Adat Basandi Sara', Sara' Basandi Kitabullah (ABS SBK), sehingga dapat menghargai perempuan dan ramah terhadap perempuan.

"Jika ini terwujud, maka setiap rumah yang ada di Sumbar menjadi aman berstandar. Jangan hanya sekedar aman saja, tiba-tiba datang saja laki menyerang bawa golok. Karena itu perlu adanya unsur saling menghargai dan jangan sampai ada kekerasan dalam rumah tangga," harapnya.

Kegiatan Penyampaian Visi dan Misi Bacagub Sumbar dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, Ketua Tim Penjaringan Bacagub Sumbar Partai Gerindra, Dt Sungguno dan tim, Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Sumbar, Hidayat dan Desrio Putra dan para akademisi. (rilis)

Editor: Pundi F Akbar