Heboh Gubernur Sambut Turis China, Ini Penjelasan Kadis Pariwisata Sumbar

Hearing DPRD dan FMM di DPRD Sumbar, Senin, 27 Januari 2020
Hearing DPRD dan FMM di DPRD Sumbar, Senin, 27 Januari 2020 (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sejak Minggu pagi (26/1/2020), Warganet dihebohkan dengan video penyambutan wisatawan China oleh Gubernur Sumbar. Video penyambutan itu menimbulkan berbagai kritikan dan sindiran pedas dari warganet di media sosial. Namun benarkah kejadian itu seperti yang didugakan oleh warganet?

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial menceritakan kronologi mengapa Gubernur Sumbar Irwan Prayitno akhirnya menyambut kedatangan turis dari China.

"Pada hari kedatangan turis di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Minggu pagi (26/1/2020), Gubernur Irwan Prayitno kebetulan juga kembali dari Jakarta setelah menghadiri pesta pernikahan salah seorang pejabat. Jadwal turis yang seharusnya datang pukul 05.45 Wib mengalamai keterlambatan selama satu jam sehingga baru mendarat sekitar pukul 06.30 Wib. Karena melihat ada turis yang datang dan berada di lokasi, maka tak mungkin jika gubernur tak menyambut kedatangan mereka. Sambutan itu sebagai bentuk keramah tamahan sebagai gubernur," katanya saat hearing dengan Forum Masyarakat Minang (FMM) di DPRD Sumbar.

Baca Juga

Ia menuturkan, sebelumnya kedatangan rombongan pertama China ini hanya disambut oleh sekretaris daerah Alwis, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday, dan dirinya sendiri. "Itu yang sudah direncanakan, namun ternyata jadwal kedatangan gubernur berbarengan dengan turis, maka phak travel berinisiasi meminta gubernur melakukan penyambutan di bandara, sehingga tak ada jadwal khusus gubenur menyambut turis itu," jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa gagasan mendatangkan wisatawan bukanlah dari pemerintah daerah, tapi kebijakan nasional yang menargetkan 20 juta wisatawan.

"Salah satunya target Indonesia adalah China dengan jumlah penduduk kurang lebih 1.5 miliar, sehingga dari segi pariwisata ini adalah hal yang bagus dan juga perekonomian China juga bagus. Upaya Kementerian Pariwisata ini ditangkap pelaku wisata yang telah menginisiasi dengan sistem carter flight. Program ini juga telah diinisiasi sejak tahu kemarin dan pelaksanaannya baru kemarin dengan penerbangan 3 sampai 4 jam," paparnya.

Ia menjelaskan sambutan yang dilakukan itu merupakan sambutan pertama dan tidak ada lagi sambutan untuk turis lainnya. "Pelaku wisata meminta kita pemerintah daerahmemberikan fasilitas dan makan siang dan ini dipandang sebagai keramah tamahan. Inisiasi yang terlaksana kemarin bertepatan dengan hebohnya Virus Corona," jelasnya.

Saat penerbangan dilakukan dari China travel sangat antisipatif dan meminta kepada otoritas Yunan untuk scanning pertama bagi pesawat yang berangkat ke Sumbar. "Dari 175 turis, semuanya dinyatakan tidak terdeteksi Virus Corona, namun yang berangkat hanya 168 orang karena tujuh orang lainnya berprofesi sebagai dokter, mereka diperbantukan dalam penanganan Virus Corona. Scanning pertama dilakukan di Cunming dan manual scanning dilakukan atas pesawat Citilink. Kemudian saat sampai di BIM, petugas KKP juga tidak mengizinkan wisatawan turun sebelum dapat laporan bebas dari petugas," tuturnya.

Sebelumnya, beredar komentar di media sosial bahwa Gubernur secara langsung menyambut turis dari China. Hal itu sangat disesalkan semua pihak karena terjadi di tengah menyebarnya Virus Corona yang terdeteksi dari Wuhan, China. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Fitria Marlina