Komite IV DPD RI Dukung Gubernur Sumbar ke Luar Negeri, Gubernur Sampaikan Penghambat Investasi

Ketua Komite IV DPD RI, Elviana
Ketua Komite IV DPD RI, Elviana (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Komite IV DPD RI mendukung langkah Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang gencar mencari investor ke luar negeri sebagai upaya meningkatkan investasi daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Komite IV DPD RI, Elviana saat rapat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) yang dihadiri Gubernur Sumbar beserta instalasi terkait dan pejabat perbankan.

"Saya setuju jemput bola dari gubernur. Sebab jika mengandalkan APBD tidak akan cukup, dan daerah lain juga melakukan hal itu," ujarnya usai rapat bersama mendengar perkembangan investasi di Sumbar, Selasa, 28 Januari 2020 di Auditorium Gubernuran.

Baca Juga

Menurutnya, banyak sektor yang bisa dikembangkan di Sumbar untuk berinvestasi. Mulai dari pariwisata, kelautan, energi baru terbarukan dan kelapa sawit. Namun tetap memperhatikan kearifan lokal.

Walaupun setuju, pemerintah daerah harus memberikan kenyamanan berinvestasi kepada investor yang akan berinvestasi.

"Semua elemen harus seirama dalam memberikan kemudahan investasi. Baik dari pemerintah, masyarakat serta lembaga-lembaga lainnya seperti OJK dan perbankan," ujarnya.

Disampaikannya, upaya jemput bola Komite IV DPD RI ke daerah dalam rangka mendengarkan permasalahan investasi di daerah, sebelumnya telah dilaksanakan di Kalimantan Timur. Kemudian sebagai aksi persiapan RUU tentang investasi penanaman modal daerah.

"Kami rangkum apa saja persoalan investasi dan penanaman modal di daerah sebagai bahan RUU yang akan kami bahas bersama," katanya.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada kesempatan itu menyampaikan masalah perizinan dan sistem perizinan dipusat yang terlalu ribet untuk disederhanakan.

"Ini bagus, melibatkan pemerintah daerah dalam menggodok aturan (perizinan investasi)," katanya.

Disampaikannya juga soal tanah ulayat yang menjadi salah satu penghambat investasi di Sumbar. "kemudian aparat hukum dalam tanda kutip menghambat investasi," tukasnya. (*)

Video

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Joni Abdul Kasir