Waspadai Penyebaran Virus Corona, Ini Langkah Tepat Bagi Masyarakat Menurut Dinkes DIY

Suasana siaran pers di BPBD DIY dalam merespon isu penyebaran virus corona.
Suasana siaran pers di BPBD DIY dalam merespon isu penyebaran virus corona. (Ade Suhendra)

YOGYAKARTA, KLIKPOSITIF - Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernapasan Timur Tengah (Mers) dan sindrom pernapasan akut parah (Sars).

Kepala Dinas Kesehatan DIY Drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes saat ditemui KLIKPOSITIF, Selasa 28 Januari 2020mengatakan sejak tanggal 31 Desember 2019 telah dilaporkan bahwa kasus-kasus pneumonia berat yang diakibatkan virus baru golongan Coronavirus (Novel Coronavirus) ini hingga tanggal 26 Januari 2020 sudah ada 2.118 kasus suspek dengan total kematian 56 orang yang sebagian besar kasus berasal dari daerah Wuhan, Tiongkok.

"Negara lain yang telah terkonfirmasi kasus adalah Mainland China (2.026), Hongkong (8), Thailand (8), Macau (5), US (5), Australia (4), Jepang (4), Malaysia (4), Singapore (4), Taiwan (4), Prancis (3), Korea Selatan (3), Vietnam (2), Canada (1), dan Nepal (1)," katanya.

Baca Juga

Ia mengatakan bahwa sesuai perkembangan kasus penyakit ini dapat menular antar manusia secara terbatas dan belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit tersebut. Sampai tanggal 26 Januari 2020 belum ditemukan penderita Pneumonia akibat Novel Coronavirus di Yogyakarta. Upaya kewaspadaan dini telah dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah DIY bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI.

"Bersama Pemerintah DIY kami telah mengaktifkan surveilans di pintu masuk, membuat surat edaran kewaspadaan terhadap penumonia Novel Coronavirus (nCoV) kepada rumah sakit, puskesmas, dan klinik untuk meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dan mengatur alur rujukan pasien terduga pneumonia akibat Novel Coronavirus. Kemudian memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Novel Coronavirus melalui media elektronik dan media sosial," ujarnya.

Ia menjelaskan ada beberapa tindakan kewaspadaan dan pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari penularan pneumonia akibat Novel Coronavirus. Salah satunya ditambahkan Kadiskes DIY untuk masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak nafas, dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit agar segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

"Berikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang riwayat perjalanan. Kemudian terapkan etika batuk, menutup mulut/hidung saat bersin atau batuk dengan menggunakan tisu, gunakan masker jika menderita sakit dengan gejala infeksi saluran pernapasan (batuk, demam, flu), dan segera berobat, serta sering mencuci tangan terutama setelah batuk dan bersin, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah merawat binatang," kata Drg. Pembajun Setyaningastutie

Selain itu, hal lain yan yang juga dapat dilakukan masyarakat adalah dengan mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun serta bilas kurang lebih 20 detik. Namun jika tidak tersedia air dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70-80 persen.

"Jika sedang sakit, kurangi aktifitas di luar rumah dan batasi kontak dengan orang lain," ujar Kepala Dinas Kesehatan DIY.

Video

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri