Kemenkes Berikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Bagi Warga dari Luar Negeri

Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS
Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS (KLIKPOSITIF/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) mengakui kemampuan thermal scanner di bandara-bandara di Indonesia terbatas dalam mendeteksi virus corona yang sedang mewabah.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS saat berkunjung ke Padang, Sumatera Barat, Kemarin (28/1).

"Kemampuan alat tersebut tidak 100 persen. Namun, kami punya alternatif lain," ujarnya.

Baca Juga

Alternatif lain dimaksud, dengan memberikan kartu kewaspadaan kesehatan terutama bagi pendatang, warga Indonesia yang pulang bepergian dari luar negeri atau wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Kartu tersebut diberikan kepada penumpang yang datang dari luar negeri, tidak hanya dari China tapi juga dari negara lain seperti Malaysia maupun Arab Saudi.

Namun, selama ini thermal scanner sudah terbukti kemampuannya untuk mendeteksi. Walaupun kemungkinan ada yang lolos, maka di back up dengan kartu kewaspadaan kesehatan.

"Kartu ini juga sebagai akses. Selama 14 hari jika mereka mengalami masalah kesehatan bisa segera menghubungi rumah sakit terdekat," jelasnya.

Dilanjutkannya, mereka yang telah memegang kartu bisa berobat kemana saja, apakah itu dokter prakterk, puskesmas ataupun rumah sakit dengan membawa kartu kewaspdaan tadi. Kemudian tempat berobat segera melaporkan kondisi pasiennya.

"Sehingga jika ada seseorang yang tidak terdeteksi namun tiba di rumah merasakan sakit bisa dengan menggunakan kartu kewaspadaan," tukasnya. (*)

Video

Dramatis, Personel BPBD Solok Lewati Sungai dengan Seutas Tali

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Joni Abdul Kasir