Badai dan Gelombang Tinggi, Polairud Pessel: 12 Kapal Rusak dan Tenggelam

Satu unit kapal bagan rusak pasca ditejang gelombang di Pessel
Satu unit kapal bagan rusak pasca ditejang gelombang di Pessel (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF -Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Pesisir Selatan , Sumatera Barat mencatat pada Rabu 29 Januari 2020, ada sebanyak 12 kapal rusak dan tenggelam akibat dihantam badai dan gelombang tinggi yang terjadi di daerah tersebut.

Kapolres Pesisir Selatan , AKBP Cepi Noval melalui Kasat Polairud, Iptu. R. Harisman mengungkapkan, selain memicu kerugian besar terhadap pemilik nelayan, peristiwa tersebut juga mengakibatkan nelayan ikut jadi korban.

"Yang jelas untuk sehari tadi ada sekitar 12 kapal yang di antaran yaada speed boat. Peristiwa terjadi di Muaro Surantih-Sutera, Linggo Sari Baganti, Tarusan dan Batangkapas," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF .

Baca Juga

Ia menjelaskan, untuk di Kecamatan Koto XI Tarusan, tepatnya di Carocok Tarusan terdapat 4 unit kapal bagan tenggelam. Sedangkan di Linggosari Baganti sebanyak 5 kapal, dengan satu nelayan dilaporkan hilang.

Lalu, di Batangkapas terdapat dua unit bagan tengelam dan satu unit boat di Kecamatan Sutera terbalik dengan satu korban nelayan di laporkan hilang.

"Semuanya akan terus kita himpun. Sedangkan untuk nelayan yang dilaporkan hilang masih dilanjutkan pencarian besok (Kamis)," terangnya.

Sementara itu, untuk laporan kerugian sendiri sejauh ini belum menghitung secara keseluruhan. Namun, data yang diterima dari kapal yang rusak kerugian seorang pemilik kapal mencapai ratusan juta.

"Itu diantara laporan pemilik kapal di Linggo Sari Baganti. Seorang pemilik kapal ada mencapai kerugian Rp 700 juta. Karena memang untuk kerugian yang terhitung ratusan juta ini, kapal rusak berat," tutupnya.

Baca Juga

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com