Orang Pandai Meninggal, Warga Agam Tak Berani Tangkap Ikan Larangan Ini

Ikan Larangan
Ikan Larangan (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

AGAM , KLIKPOSITI - Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Agam -Sumbar, menyimpan berbagai keunikan, termasuk mitos yang ditakuti. Salah satu hal yang ditakuti di sana, adalah Ikan Larangan Lubuak Parulangan.

Di sini, hidup beraneka jenis ikan garing. Jumlahnya mungkin ribuan. Mereka hidup sentosa di sebuah aliran sungai yang membelah kampung itu, lebar lokasi sekitar 6 meter, panjangnya 12 meter dan kedalaman 2 meter.

baca juga: Longsor di Agam, 17 Jiwa Mengungsi

Kasat mata, sungai itu terbilang cukup dangkal, sementara aliran airnya cukup deras. Namun, entah kenapa, ikan-ikan itu tak pernah beranjak dari sana.

"Jika hanyut ke hilir, ikan itu akan kembali. Mereka tak bisa jauh dari lubuk kendati sebenarnya itu bisa terjadi,'' jelas Ketua Pokdarwis Mahyudanil, baru-baru ini.

baca juga: Salut, Bhabinkamtibmas Polres Bukittinggi Bagikan 1 Ton Bawang Merah Hasil Panen ke Masyarakat

Rupanya, hal itu terjadi setelah ikan larangan milik nagari ini "dikunci" oleh orang pandai setempat. Orang pandai itu pun juga membuat kesepakatan bersama warga, kalau ikan itu hanya boleh dipanen dalam kondisi tertentu misalnya, ada hajatan kampung atau ada warga mendapat musibah. Jika ada yang melanggar, celaka menunggu.

Semuanya berjalan sebagaimana mestinya sejak ikan larangan ini dibuat puluhan tahun lampau. Namun, secara tiba-tiba, sepuluh tahun silam, juru kunci itu tiada. Ia meninggal tanpa sempat menurunkan ilmu, hingga warga tak berani menangkap ikan tersebut.

baca juga: Siswa di Agam Masih Belajar di Rumah Hingga 20 Juni

''Sebelum dipanen, orang pandai itulah yang membuka jalan. Namun ia tak mewariskan ilmu sehingga warga takut memanennya dan berlangsung hingga kini,'' lanjutnya.

Akibat tak dipanen, tentu saja populasi ikan di lubuk yang kecil itu pun bertambah tanpa bisa dikendalikan. Potensi ini dilihat oleh Pemerintah Nagari setempat dengan membuat objek wisata Ikan Banyak Pasia Laweh.

baca juga: 424 Jamaah Haji Agam Batal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

Objek wisata ini, terletak di pinggir jalan yang menghubungkan Palupuah-Suliki Kabupaten Limapuluh Kota. Jika datang dari Bukittinggi, anda harus menuju KM27 Jalan Raya Bukittinggi-Medan. Sesampai di Simpang Angge Palupuah, silahkan belok kanan. Kurang lebih 15 menit, anda sudah sampai di lokasi. Untuk ke sana, bisa ditempuh dengan roda dua maupun empat. Kondisi jalan, cukup bagus walau agak sempit.

Lokasinya berada di tengah kampung, di bawah jembatan. Di sini, kita bisa memberi makan ribuan ikan garing sembari menyelami mitosnya yang tidak masuk akal itu.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera