Segmen Sianok, Bahaya yang Mengintai Bukittinggi dari Bawah

ilustrasi/rambu evakuasi
ilustrasi/rambu evakuasi (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -Kota Bukittinggi mempunyai penduduk lebih dari 120 ribu jiwa. Mereka tinggal di wilayah dengan luas 25 km persegi saja. Saat ini, pembangunan di Bukittinggi begitu pesat. Hutan beton berupa gedung bertingkat maupun hotel-hotel yang tinggi, mudah dijumpai.

Tapi penduduknya, tak banyak yang sadar ada bahaya mengancam dari bawah tanah, yakni gempa dari Segmen Sianok . Ancamannya, tak main-main, karena bisa mengancam keselamatan banyak orang.

Ahli Geologi Sumatera Barat Ade Edward menjelaskan, Segmen Sianok merupakan patahan gempa bagian dari Patahan Sumatera atau Sesar Semangko. Segmen ini membentang sejauh 90 kilometer, memanjang dari sisi timur laut Danau Singkarak atau Sumani, lalu melewati celah antara Marapi dan Singgalang serta masuk melalui Ngarai Sianok hingga terus ke Palupuah.

Baca Juga

''Potensi kuat atau maksimum di segmen ini adalah 7,3 Skala Richter. Di Bukittinggi, masih minim warning system dan rambu-rambu pada bangunan,'' sebut Ade Edward, Senin 3 Februari 2020.

Dalam catatan sejarah, kata Ade, pernah tercatat gempa besar di segmen ini. Tepatnya, pada 4 Agustus 1926, pusat hancuran gempa berada antara Bukittinggi dan Singkarak. Lalu, pada 6 Maret 2007, juga terjadi gempa darat dengan kekuatan 6,3 dan 6,4 skala richter di segmen ini, banyak kerusakan terjadi Kabupaten Tanah Datar dan Solok.

Hingga saat ini, belum ada teknologi yang bisa mengetahui kapan gempa itu akan terjadi lagi. Seandainya terjadi gempa besar, tentu bisa berakibat buruk. Namun, sebagai warga yang tinggal di kawasan bencana, tentu harus paham upaya mitigasi bencana.

Sejauh ini, Pemko Bukittinggi sudah mengupayakan mitigasi bencana lewat berbagai simulasi hingga ke tingkat sekolah, hanya saja Pemko perlu memperkuat sosialisasi tentang pembangunan rumah atau gedung yang ramah gempa , karena korban terbanyak akibat gempa bumi dikarenakan tertimpa reruntuhan bangunan bukan karena guncangan gempa .

Baca Juga

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi

Video Terbaru

Viral Penculikan Anak di Sumbar, Bagaimana Mencegahnya?

YouTube channel KlikPositif.com