Panjang Kuburan Tua di Agam Ini Mencengangkan, Warga Sebut Makam Datuak Tan Barido

Kuburan Datuak Tan Barido
Kuburan Datuak Tan Barido (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

AGAM , KLIKPOSITIF - Sebuah kuburan tua di pinggiran Jorong Aua Kuniang, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam , Sumbar , Mungkin masuk sebagai salah satu kuburan terpanjang di Sumatera Barat, bahkan di Pulau Sumatera.

Panjangnya di luar nalar, yakni kisaran 40-45 meter dan lebar 1,5 meter. Usia kuburan kemungkinan sekitar 200 tahun atau periode Paderi.

baca juga: Bersilaturrahmi ke Lezatta, Andri Warman dan Irwan Fikri Bahas Potensi Wisata Agam

Kuburan ini diyakini penduduk lokal sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh bernama Datuak Tan Barido. Pada masa tertentu, kuburan ini sering diziarahi penduduk dari berbagai daerah.

Barido disebutkan sebagai ulama Arab yang menetap di Lintau dan Pasaman, serta aktif mensiarkan ajaran Islam.

baca juga: Jemaah Lunas Bipih Berangkat Tahun Depan

"Ia meninggal di sini dalam perjalanan menuju Kabupaten 50 Kota dari daerah Pasaman,''sebut tetua kampung, Ibrahim Datuak Mangindo (80), Kamis 6 Februari 2020.

Kata Ibrahim, setelah dikuburkan pengikutnya bersama penduduk kampung, kuburan Barido beberapa hari kemudian mulai memanjang dari ukuran awal 2 meter, dan terus bertambah hingga mencapai ukuran janggal seperti hari ini.

baca juga: DPR : Penerapan New Normal Tetap di Tangan Pemerintah, Bukan Militer

''Mungkin ini adalah karomah orang shaleh sehingga kuburannya bisa panjang,''sambungnya.

Keistimewaan kuburan yang terletak di areal persawahan ini, katanya, adalah panjangnya yang selalu berubah tiap kali diukur. Namun, rataan tiapkali diukur adalah 40-45 meter.

baca juga: Ditanya Pernah Dukung Prabowo, Ini Jawab Ustaz Somad

Dibantu seorang warga, KLIKPOSITIF mencoba mengukur kuburan yang terletak di tengah sawah ini dengan memakai galah kayu sepanjang 2,8 meter. Hasilnya, kuburan ini panjangnya 14 kali galah lebih sedikit mulai dari nisan kepala hingga kaki, atau 40 meteran. Sekeliling kuburan , sudah diberi beton penanda. Hanya saja, pagarnya masih alami berupa bunga-bungaan. Sementara nisan bagian kepala,berupa batu alam besar dengan tinggi lebih dari 1 meter.

Kuburan ini berada 5 kilometer dari Jalan Lintas Sumatera Bukittinggi-Medan KM 30 atau di Simpang Paninggiran Ateh. Untuk menuju lokasi disarankan memakai kendaraan roda dua karena aksesnya masih buruk dan sempit.

Terpisah, Ketua Pokdarwis Nagari Pasia Laweh Mahyudanil menyebut, kuburan panjang tersebut merupakan salah satu dari belasan destinasi wisata yang ada di Pasia Laweh.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri