POS SAR: Pendaki yang Jatuh di Marapi Sudah Berada di Bawah Ketinggian 2.000 Mdpl

Proses evakusai Rehan yang terjatuh di cadas Gunung Marapi
Proses evakusai Rehan yang terjatuh di cadas Gunung Marapi (Basarnas Limapuluh Kota)

AGAM, KLIKPOSITIF - Korban Rehan Fadilla (17 tahun) bersama tim evakuasi yang dipimpin Basarnas 50 Kota dibantu PMI Bukittinggi, BRT, Ranger Pos Pendakian Koto Baru sudah berada di bawah ketinggian 2.000 Mdpl. Hal ini disampaikan Komandan Pos SAR 50 Kota Robi Saputra via telepon genggam, Minggu 9 Februari 2020 sekitar pukul 22.00 WIB.

Robi Saputra didampingi Unit Siaga Komunikasi Basarnas 50 Kota Jefri Hunter mengatakan rombongan survivor sudah berada di bawah ketinggian 2.000 Mdpl. Korban saat ini dibawa menggunakan basket stretcher atau tandu keranjang yang disiapkan untuk evakuasi di medan sulit dan keras.

baca juga: Antisipasi Penyebaran COVID-19 Pendakian Gunung Kerinci Ditutup

"Rombongan survivor bersama korban telah dalam perjalanan menuju pesanggerahan untuk bergabung dengan Pos SAR gabungan di dekat pos pelaporan atau tower TVRI," kata Robi.

Ia menjelaskan bahwa menjelang gelap Tim SAR 50 telah memasuki rimba belantara dan bertemu dengan survivor. Selanjutnya juga telah dilakukan pemeriksaan fisik dan persiapan survivor utk dievakuasi ke posko SAR gabungan yg berada di Pos Lapor yang berada di kaki Gunung Marapi .

baca juga: Basarnas: Pencarian Pasmawati Dimulai dari Arah Utara

"Perkiraan kita rombongan akan sampai tengah malam jika cuaca dan penerangan mendukung. Kemungkinan survivor sampai di posko SAR gabungan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Sebab kondisi medan yang cukup sulit, di mana celah sempit dan licin menjadi kendala tim survivor yang membawa korban," ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa korban bernama Rehan Fadilla yang berusia 17 tahun diperkirakan jatuh sekitar pukul 10.00 WIB dan terluka di bagian kepala serta kaki yang mengakibatkan tidak sanggup berjalan. Pendaki ini berasal dari Kota Padang bersama temannya Arif Pratama yang jatuh saat akan turun dari Tugu Abel.

baca juga: Gempa Tornillo Sering Terjadi di Marapi, Apa Itu?

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi