Tuntut Pemekaran, Ratusan Warga Gelar Aksi di Kantor DPRD Limapuluh Kota

Warga Ulu Aia saat menggelar aksi di kantor DPRD Kabupaten Limapuluh Kota.
Warga Ulu Aia saat menggelar aksi di kantor DPRD Kabupaten Limapuluh Kota. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Ratusan warga Ulu Aia menggelar aksi di kantor DPRD Kabupten Limapuluh Kota dalam rangka menuntut kejelasan untuk menjadikan daerah mereka sebagai nagari defenitif, terpisah dari nagari induk, Nagari Harau, Senin (10/2).

Pantauan KLIKPOSITIF warga tiba di kawasan kantor DPRD sekitar pukul 10.30 WIB. Ratusan warga tersebut datang menggunakan kendaraan roda dua dan empat.

Ulu Aia sendiri sudah tercatat sebagai nagari persiapan semenjak 2001 silam. Jarak yang cukup jauh antara Ulu Aia dengan pusat administrasi nagari menjadi alasan utama warga menuntut pemekarkan.

Baca Juga

Seperti diketahui, jarak antara Ulu Aia dengan Nagari Harau selaku nagari induk memang cukup jauh, yaitu sekitar 27 kilometer, warga harus melalui tiga nagari sebelum sampai di pusat pemerintahan nagari.

"Inilah alasan kami bersama, sehingga patut rasanya dipertimbangkan untuk segera mengabulkan kebutuhan masyarakat," ungkap Koordinator unjuk rasa, Iskarmon Basir di hadapan massa dan Ketua DPRD kabupaten Limapuluh Kota bersama anggota.

Peserta aksi lain, Datuak Pucuak menilai, tidak mungkin Ulu Aia dikembalikan ke nagari induk karena register sudah dikeluarkan pemerintah provinsi.

"Kami tidak ingin kembali ke nagari induk," tegas Datuak Pucuak.

Datuak Gadiang dalam orasinya menyebutkan, sebelumnya tahun 2013 juga sudah disuarakan. Sayangnya, keinginan warga tersebut hanya dapat jawaban berupa nyanyian rindu semata dengan menjadi nagari persiapan.

"Sementara surat dari provinsi kami disuruh kembali ke nagari Induk. Tidak akan kembali ke nagari Induk. Tak perlu dana desa hingga 20 tahun pun tak masalah, Ulu Aia kaya dan punya SDM. Kami bisa mendirikan usaha-usaha untuk menjalankan pemerintahan," tegas Datuak Gadiang.

Berdasarkan data yang disampaikan peserta aksi, jumlah penduduk Ulu Aia sudah mencapai 930 jiwa lebih, sehingga tidak ada lagi masalah berarti dari sisi kependudukan bagi pemerintah untuk menjadikan Ulu Aia sebagai nagari mandiri.

"Sebagian kawasan di Ulu Aia adalah hutan lindung dan kawasan BKSDA. Semoga menjadi pertimbangan untuk pemekaran nagari sebagai kebijakan strategis dan khusus," kata Wali Nagari Harau selaku Wali Nagari Induk Ulu Aia, Syukriandi. (*)

Baca Juga

Editor: Taufik Hidayat

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com