Ditolak di Sicincin, Trase Tol Padang-Pekanbaru Dipindahkan ke Kapalo Hilalang

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru khusus Padang-Sicincin mulai menemui titik terang. Awalnya karena mendapat penolakan dari masyarakat akhirnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersurat kepada Dirjen Bina Marga untuk mengganti trase.

Setelah sejak November 2019 menunggu revisi dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) guna mempercepat proses penetapan lokasi, akhirnya Dirjen Bina Marga menyerahkan dokumen revisi kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat Coffee Morning di Mapolda Sumbar tadi pagi, Selasa, 11 Februari 2020.

"Tadi pagi sudah diserahkan oleh Dirjen Bina Marga dokumen untuk trase dan segera akan kita keluarkan SK gubernur untuk penetapan lokasi (penlok) trase baru," ujarnya, Selasa, 11 Februari 2020.

Baca Juga

Dijelaskan Irwan, karena bermasalah dan banyak mendapat penolakan di Sicincin, trase baru diarahkan ke Kepala Hilalang, Kecamatan 2-11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

"Trase baru lebih dekat ke bukit dan tidak banyak banyak fasilitas umum serta pemukiman masyarakat. Tidak lagi ke Sicincin," jelasnya.

Menurutnya pada trase baru akan lebih bagus sebab melewati perbukitan dan menghindari lahan produktif dilalui tol .

"Coba dari dulu arahnya ke tepi bukit ini tentu tidak ada penolakan," sebut Irwan sembari berharap dengan trase baru tol Padang-Pekanbaru berjalan lancar dan tahun ini bisa selesai pembangunan seksi 1.

Untuk diketahui Tol Padang-Pekanbaru mendapatkan penolakan dari warga dari warga Sicincin dan Lubuk Alung. Warga meminta trase proyek strategis nasional itu dipindahkan, sebab melalui pemukiman, lahan produktif dan

fasilitas umum.

Lokasi trase yang ditolak warga Lubuk Alung berada di STA 17, sedangkan di Sicincin terletak di STA 30. Saat ini Hutama Karya sebagai badan usaha yang mendapat penugasan untuk menggarap jalan tol Padang-Sicincin telah mengajukan persetujuan desain pada trase selepas STA km 4,2.

Jalan Tol Padang - Pekanbaru terbagi menjadi enam seksi. Seksi I Padang - Sicincin 28 km (sekarang pindah ke Kepala Hilalang), Seksi II Sicincin - Bukittinggi 41 km, Seksi III Bukittinggi - Payakumbuh 36 km, Seksi IV Payakumbuh - Pangkalan 43 km, Seksi V Pangkalan - Bangkinang 56 km, Bangkinang - Pekanbaru 38 km.

Seksi Padang - Sicincin dibangun terlebih dahulu dalam ruas tersebut memiliki nilai investasi hingga Rp4,75 triliun. Keseluruhan nilai investasi untuk seluruh ruas sebesar Rp80,41 triliun. Keseluruhan ruas ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2025.

Kemudian Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) berkomitmen untuk mendukung konstruksi pembangunan terowongan sepanjang 8,9 km di wilayah Payakumbuh. Perkiraan biaya pembangunan terowongan US$700 juta. (*)

Baca Juga

Editor: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com