Pengamat Nilai Mahyeldi 'Pinang' Audy Karena Berkantong Tebal

Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy
Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Muhammad Taufik, menganggap wajar Mahyeldi Ansharullah memilih Audy Joinaldy untuk berpasangan di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat 2020.

Menurut Taufik, kalkulasinya sederhana, Mahyeldi pasti mencari orang yang bisa membackup-nya dalam konteks amunisi dan modal. Karena kalau dibaca diluar bantuan-bantuan, kekayaannya minus saat jadi walikota.

baca juga: Audy Joinaldy Gelar Kompetisi Kewirausahaan untuk Milenial

"Dalam konteks ia bisa membiayai dirinya sendiri, tentu tidak, karena dia tidak punya uang, itu dilihat dari laporan kekayaannya," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Rabu (12/2/2020).

"Maka wajar secara moral dia mencari orang yang secara finansial kuat, karena butuh akomodasi dalam memobilisasi politik ," sambungnya.

baca juga: DPR dan Pemerintah Sepakat Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

Meski begitu, munculnya pasangan Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Cagub dan Cawagub Sumbar, dianggap sebagai sebuah manuver politik .

"Apakah ini manuver Mahyeldi sendiri atau manuver PPP saya tidak tahu, Seandainya di internal PKS nanti keputusan itu bukan Mahyeldi tapi Riza Fahlevi gimana?," ujarnya lagi.

baca juga: Lomba Foto & Video Menyambut Idul Fitri Audy Joinaldy Diumumkan

Dalam hal ini, PPP mengambil jalan pintas dalam mendompleng popularitas Mahyeldi, kemudian menjadikannya Cagub dan PKS dipaksa ataupun terpaksa untuk memilih Mahyeldi.

"Sementara di PKS belum ada final pembicaraan siapa Cagub-cawagub yang diusung. Ini yang akan jadi problem selanjutnya," tuturnya.

baca juga: Melalui Video Conference, Ini yang Dibahas Mahyeldi dan Sandiaga Uno

Terkait apakah Audy bisa mendongkrak popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas Mahyeldi. Ia menyebut secara statistik bisa mendongkrak. "Tapi ini butuh waktu dan butuh kerja, karena orang akan melihat track recordnya, sucses story seperti apa," pungkasnya kemudian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pakar Komunikasi Politik Unand Najmuddin M Rasul menghitung, modal politik untuk maju di Pilgub Sumbar lebih kurang sebesar Rp 40 miliar.

Maka wajar banyak yang melirik pengusaha untuk menjadikan wakil. Kerena diyakini bisa menutupi cost dari awal pencalonan hingga proses pemilihan. Angka sebanyak untuk kebutuhan mulai dari partai politik hingga saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dirincinya dana tersebut untuk keperluan parpol (DPC, DPW dan DPP), sekretariat, tim sukses kandidat, konsultan politik , sosialisasi di media, termasuk media luar ruang, kaos, donasi (sosial), saksi di TPS, keamanan, transportasi, konsumsi dan akomodasi.

Menurut Najmuddin, biaya besar tersebut menjadi alasan muncul nama-nama baru yang berkantong tebal. Padahal selama ini tidak dikenal masyarakat. Mereka tiba-tiba muncul ke publik dalam setiap pemilihan.

"Sebetulnya tokoh yang memiliki memiliki kompetensi banyak, tapi dikalahkan oleh mereka yang berkantong tebal," ujarnya. Terkait calon pasangan Mahyeldi Ansharullah - Audy Joinaldy Najmuddin menilai hal itu baru sekedar cerita politik . "Itu baru cerita politik ," tukasnya.(*)

Editor: Muhammad Haikal